Sumbawa, SelarasNews.id – Respon cepat Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa kembali mendapat apresiasi warga. Pasca banjir bandang yang melanda Dusun Buin Rare, Desa Sepayung, pada Jumat (14/11), Wakil Bupati Sumbawa, Muhammad Ansori, turun langsung meninjau kondisi warga terdampak, Selasa (18/11).
Dalam kunjungannya, Wabup Ansori memberikan bantuan berupa sembako, matras, dan selimut kepada 85 Jiwa dari 14 KK yang terdampak musibah tersebut.
Baca juga : 85 Jiwa Dari 14 KK Terdampak Banjir di Sepayung Sumbawa
Ia juga menyempatkan diri memberikan santunan kepada para lansia yang berada di lokasi banjir.

Wabup Sumbawa hadir bersama sejumlah OPD, di antaranya Dinas Pangan, Dinas Sosial, BPBD, PRKP, perwakilan Camat Plampang, serta Kepala Desa Sepayung beserta jajarannya dan pendamping PKH.
Warga Minta Normalisasi Sungai
Dalam dialog bersama masyarakat, warga Buin Rare menyampaikan harapan agar pemerintah segera melakukan normalisasi sungai sepanjang 1 kilometer untuk mencegah banjir susulan, mengingat musim penghujan baru saja dimulai.
Baca juga : Awal Musim Hujan Masyarakat Pulau Sumbawa Diminta Waspada Bencana Hidrometeorologi
Permintaan tersebut langsung ditanggapi serius oleh Wabup Ansori. Di hadapan warga, disaksikan Kepala Desa Sepayung, Kaharuddin, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa akan segera melakukan normalisasi sungai yang menjadi sumber luapan air tersebut.
Ansori bahkan langsung menugaskan Kabid II BPBD yang hadir di lokasi untuk segera menindaklanjuti proses normalisasi.
Dekat dengan Warga, Wabup Makan Bersama Korban Banjir
Setelah meninjau lokasi, Wabup Ansori meluangkan waktu untuk makan bersama warga yang terdampak banjir. Kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Sumbawa itu disambut hangat oleh masyarakat.

“Terima kasih Pak Wakil Bupati yang sudah menyempatkan waktu melihat kondisi kami langsung. Kami sangat bersyukur dan senang,” ujar salah satu warga Buin Rare.
Dengan hadirnya Wabup dan langkah cepat pemerintah daerah, warga berharap normalisasi sungai segera terealisasi sehingga mereka bisa kembali hidup dengan tenang tanpa ancaman banjir susulan. (SN/01)

