Tenaga Kesehatan Berperan Besar Wujudkan Generasi Indonesia Emas 2045 di Sumbawa

Tenaga Kesehatan Berperan Besar Wujudkan Generasi Indonesia Emas 2045 di Sumbawa

Sumbawa, SelarasNews.id – Peran tenaga kesehatan sangat strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, terutama bagi sarjana yang baru lulus. Peran ini tidak hanya memiliki penguasaan ilmu pengetahuan dan kompetensi yang tinggi, melainkan moral dan integritas yang tinggi dalam pengabdian di masyarakat.

Menyongsong Indonesia Emas di tahun 2045 mendatang, peran tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk menjamin kesehatan dan tumbuh kembang generasi dengan baik.

Baca juga : Sumbawa Siap Jadi Percontohan Pelaksanaan Posyandu 6 SPM di NTB

Peranan strategis ini membutuhkan dukungan dari semua pihak termasuk pemerintah hingga masyarakat.

Ketua STIKES Griya Husada Sumbawa, Dr. Rusmayadi, yang ditemui media ini belum lama ini mengatakan tantangan yang dihadapi setiap perguruan tinggi baik dalam ilmu pengetahuan maupun menghasilkan lulusan, semakin hari semakin berat. Karena semakin ketatnya penerimaan lulusan yang dihasilkan perguruan tinggi.

“Dalam hal ini perguruan tinggi harus memiliki rencana pengembangan riset dan inovasi serta ilmu pengetahuan yang berlandaskan nilai-nilai spirit yang kuat dalam mencetak lulusan terbaik yang mengabdikan diri kepada masyarakat sehingga Generasi Emas Indonesia 2045 mendapatkan dapat terwujud,” jelasnya.

Baca juga : STIKES GHS Gelar Wisuda ke-VII dan Wisudakan 74 Mahasiswa 

Selain itu, program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini dan akan datang sangat diperlukan terutama pada sektor kesehatan.

“Kemudian diperlukan juga peningkatan mutu pendidikan untuk tenaga kesehatan yang didukung sarana dan prasarana yang lengkap dan memadai di tengah era globalisasi ini selain tenaga pengajar dmyang memenuhi standar yang ada,” tambahnya.

Peningkatan mutu pendidikan ini tidak terlepas dari kebutuhan dan tantangan yang semakin kompleks seperti permasalahan kesehatan sekarang ini adalah masalah stunting, kompetensi tenaga kesehatan yang belum memadai dan ditribusi tenaga kesehatan yang masih menjadi masalah sehingga kepuasan masyarakat akan pelayanan kesehatan belum maksimal.

Rusmayadi menekankan saat ini tenaga kesehatan harus mampu bersaing, baik dari sisi keilmuan maupun keahlian.

Baca juga : Hadiri Wisuda STIKES Griya Husada Sumbawa, Wakil Bupati Sumbawa Berharap Lulusan Mengabdikan Diri Untuk Masyarakat 

Sementara itu, Kabag Umum Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VIII Bali-NTB, I Nyoman Bagus Suweta Nugraha, mengatakan masalah kesehatan ini perlu kerjasama dan kolaborasi dengan berkaca dari sejarah keberhasilan Indonesia melawan Malaria pada 1964.

“Pada saat itu, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memulai program pemberantasan malaria dengan penyemprotan DDT secara besar-besaran di seluruh Nusantara dan mencapai puncak pada 12 November 1964,” ungkapnya.

 

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan momentum itu agar memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan dan memperkuat sistem kesehatan nasional sehingga Generasi Emas Indonesia Tahun 2045 dapat terwujud.

“Saat ini dunia kesehatan menghadapi banyak tantangan yang makin kompleks dan beragam, mulai dari penyakit menular seperti TBC, penyakit tidak menular, serta permasalahan akses layanan kesehatan,” tutupnya. (SN/01)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *