Sumbawa, SelarasNews.id – Fokus Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa saat ini untuk mengoptimalkan Kawasan Teluk Saleh, Pulau Moyo dan Gunung Tambora (Samota) sebagai motor pertumbuhan ekonomi biru Pulau Sumbawa.
Tiga kawasan ini memiliki menilai memiliki dan kekuatan ekologis serta ekonomi yang mampu mendorong transformasi pembangunan berkelanjutan di dua Kabupaten yakni Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Dompu.
Baca juga : Kurangi Angka Kemiskinan, Pemda Sumbawa Gelontorkan Anggaran Sebesar 1,65 Miliar Rupiah
Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedi Heriwibowo, yang ditemui media ini pada Senin, (08/12) mengatakan visi pembangunan daerah selalu mengutamakan keseimbangan alam dan pertumbuhan ekonomi.

“Untuk diketahui Ekonomi Biru (Blue Economy) ini tidak hanya bersifat eksploitasi atau pemanfaatannya saja. Tetapi keberlanjutannya juga menjadi faktor penting yang diperhatikan sehingga akan terus membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Terlebih lagi kawasan Samota sangat potensial menuju pusat pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, Pemerintah Pusat telah membuka peluang besar melalui dukungan terhadap pengembangan Samota sebagai Kawasan Ekonomi Khusus.
Baca juga :Paku Buwono XIV Keraton Surakarta, Anugerahi Gelar K.R.A Kepada Tokoh Sumbawa
langkah tersebut menciptakan ruang baru bagi investasi sektor bahari, pariwisata berkelanjutan, hingga industri agro maritim di Kabupaten Sumbawa.
“Hal ini sejalan dengan rencana Pemda Kabupaten Sumbawa memindahkan beberapa ekor rusa dari Pendopo Bupati Sumbawa sebagai bagian dari penguatan konservasi satwa di Pulau Moyo,” jelasnya.

Ia menambahkan upaya itu bertujuan menjaga keseimbangan habitat sekaligus memperkuat ekosistem wisata alam. Karena Pulau Moyo sangat potensial menjadi titik singgah di jalur Bali ke Labuan Bajo.
“Pulau Moyo ini sangat berpotensi sebagai wilayah penyangga atau tempat istirahat untuk wisatawan dari Pulau Bali ke Labuhan Bajo yang menggunakan jalur laut,” tambahnya.
Ia menambahkan dalam hal ini diperlukan juga kolaborasi lintas lembaga untuk keberhasilan pengelolaan kawasan Samota karena tidak hanya menyangkut dua kabupaten tetapi ada juga lembaga konservasi di situ.
“Selain itu, saat ini juga sudah ada 10 desa pesisir yang didampingi oleh Bappenas secara langsung untuk menyelaraskan Program Ekonomi Birunya,” terangnya.

Pendampingan yang dilakukan Bappenas ini untuk mengolaborasikan dan menyelaraskan program yang sudah disampaikan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes).
“Langkah ini sedang dalam tahap pelaksanaan agar apa yang disampaikan oleh desa sejalan dengan apa yang diharapkan oleh kabupaten maupun pusat,” tutupnya. (SN/01)

