Sumbawa, SelarasNews.id – Peristiwa tanah longsor terjadi di RT 003/RW 002 DAN RT 04/RW 04, Kelurahan Seketeng Kecamatan Sumbawa Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat.
Kejadian itu, terjadi pada 12 dan 13 januari 2026 dini hari, setelah hujan deras melanda wilayah tersebut. kemudian dilaporan pada kamis,15 januari 2025 sekitar pukul 07.00 wita.
Baca juga : Pemda Sumbawa Pastikan Hasil Ternak Lokal Diserap Program MBG
Lonsor itu terjadi akibat hujan deras rumah dua orang warga di Kelurahan Seketeng Kabupaten Sumbawa terdampak tanah longsor. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian korban mencapai puluhan juta.

Alfred kana dan Abdurrahman merupakan pemilik rumah mengatakan rumah itu dihuni oleh beberapa anggota keluarga. Saat kejadian, semua penghuni rumah tengah berada di dalam rumah dan tidak ada korban jiwa.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumbawa Rusdianto, yang ditemui media ini di ruang kerjanya pada Kamis, (15/01) mengatakan setelah menerima laporan kejadian itu, dari pemerintah kelurahan setempat, pihaknya langsung terjun ke lapangan melakukan Asesment dan pendataan.
Baca juga : Perekaman Kartu Identitas Anak di Sumbawa Sudah Mencapai 57 Persen
“Lokasi rumah korban berada tetap dilereng yang ditalud yang menjadi penyebab utama longsor karena saluran air tidak berfungsi ditambah hujan deras sehingga talud yang ada menjadi roboh,” jelasnya.
Rumah dalam kondisi rusak ringan dan saat kejadian pemilik rumah sedang berada di dalam rumah berserta anggota keluarga lainnya. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi tanah longsor dan angin kencang, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar tebing,blereng, atau bekas galian,” pintanya.

Sementara itu, Ketua RT 004/ RW 004 Kelurahan Seketeng, Sufrin, mengatakan untuk sementara, keluarga korban masih bertahan di rumahnya karena kerusakan tidak terlalu parah.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini dan kerugian akibat peristiwa ini masih dilakukan asesment oleh Tim dari BPBD Kabupaten Sumbawa.
Sufrin berharap adanya langkah penanggulangan dari pemerintah daerah melalui BPBD agar longsor ini tidak kembali terjadi di wilayah tersebut. (SN/PKL-03)

