Pasca Bencana, Andi Rusni Minta Pemulihan Sarana Pendidikan Dipercepat

Pasca Bencana, Andi Rusni Minta Pemulihan Sarana Pendidikan Dipercepat

Sumbawa, SelarasNews.id – Beberapa hari lalu, Kabupaten Sumbawa dilanda bencana hidrometeorologi seperti banjir dan angin kencang yang mengakibatkan sejumlah sekolah di wilayah tersebut terdampak bahkan ada sekolah yang atap ruang kelasnya rusak total karena itu, Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Andi Rusni, meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah agar hak belajar anak-anak di wilayah terdampak tetap terpenuhi.

“Sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekolah-sekolah yang terdampak angin kencang maupun yang rusak karena bencana hidrometeorologi di Kabupate Sumbawa, harus mejadi prioritas dalam perbaikan,” ujar Andi Rusni saat ditemui media ini saat meninjau SDN Kelungkung pada Jumat, (23/01) lalu.

Baca juga : Bupati Sumbawa Tekankan Pentingnya Spiritual Dalam Membangun Kabupaten Sumbawa

Penanganan pascabencana angin kencang maupun banjir masih menyisakan persoalan besar di sektor pendidikan yang ada di Kabupaten Sumbawa.

“Penanggulangan bencana di sektor pendidikan ini harus dilakukan secara cepat, menyeluruh dan berorientasi pada pemulihan anak-anak terdampak,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya pemulihan pascabencana, khususnya dalam memperbaiki sekolah yang rusak, agar hak anak atas pendidikan tetap terlindungi.

Baca juga : Akibat Angin Kencang Tiga Ruang Kelas SDN Kelungkung Rusak Parah

“Penanggulangan bencana khususnya dalam bidang pendidikan agar segera diupayakan recovery, termasuk sekolah yang rusak dan yang biasa menjadi langganan banjir,” terangnya.

Hal itu dilakukan karena besar kemungkinannya anak-anak akan bolos sekolah karena sekolahnya rusak. “Meskipun Belajar Daring Dari Rumah (BDR), hasilnya tidak akan semaksimal pertemuan tatap muka di sekolah,” ungkapnya.

Selain itu, dampak ekonomi pada keluarga korban yang sering tertimpa bencana setiap tahunnya baik itu angin kencang maupun banjir dapat mengganggu kelangsungan pendidikan anak.

Andi Rusni mengingatkan tekanan ekonomi pascabencana yang terus menerus berpotensi meningkatkan angka putus sekolah terutama di wilayah terdampak.

Baca juga : Dilanda Cuaca Ekstrem, 11 Kecamatan Di Sumbawa Terdampak Bencana Hidrometeorologi

“Penanggulangan bencana tidak hanya cukup membangun kembali infrastruktur, tetapi juga harus mencakup dukungan ekonomi bagi keluarga korban,” tutupnya. (SN/PKL-07)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *