Sumbawa, SelarasNews.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumbawa mencatat tren positif dalam penanggulangan kemiskinan. Berdasarkan data terbaru tahun 2025, angka kemiskinan di Kabupaten Sumbawa berhasil ditekan menjadi 11,79%, menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala BPS Kabupaten Sumbawa, Yudi Wahyudi, yang kepada media ini pada, Senin, (26/01) mengungkapkan bahwa angka tersebut setara dengan sekitar 58.000 jiwa penduduk miskin. Sebagai perbandingan, pada tahun 2024, angka kemiskinan di wilayah ini berada di level 12,89%.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Pemutakhiran Data
Penurunan ini beriringan dengan upaya intensif pemerintah dalam melakukan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTKS/DTSSN). Langkah ini merujuk pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2022 mengenai percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Baca juga : Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Desa Kalabeso Sambangi Petani di Sawah Batu Swoan
Yudi menjelaskan bahwa proses pemutakhiran data ini merupakan hasil kolaborasi luar biasa dari 18 kementerian dan lembaga. Di tingkat daerah, kegiatan ini melibatkan seluruh elemen desa, mulai dari Kepala Desa, BPD, Operator SIKS-NG, hingga pendamping PKH dan TKSK.

“BPS memberikan atensi dan panduan teknis kepada para operator di lapangan agar proses pemutakhiran data berjalan sesuai aturan,” ujar Yudi dalam wawancara tersebut.
Mengenal Sistem Desil dalam Bantuan Sosial
Dalam kesempatan tersebut, Yudi juga menjelaskan mekanisme pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat yang dibagi menjadi 10 kelompok, atau yang dikenal dengan istilah Desil:
Desil 1: Mewakili 10% masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.
Sasaran Bantuan: Saat ini, bantuan pemerintah difokuskan untuk masyarakat yang berada di rentang Desil 1 hingga Desil 5 (50% penduduk dengan kesejahteraan terendah).
Baca juga : Satukan Persepsi, Disos Sumbawa Asistensi DTSEN
Ia menegaskan bahwa penentuan Desil ini dilakukan melalui pemeringkatan statistik secara objektif berdasarkan data keluarga, bukan berdasarkan kriteria subjektif tertentu.
Dengan adanya pemutakhiran data yang lebih akurat, diharapkan bantuan sosial di Kabupaten Sumbawa dapat lebih tepat sasaran sehingga angka kemiskinan dapat terus ditekan di tahun-tahun mendatang. (SN/PKL-03)

