Sumbawa, SelarasNews.id – Saat ini di Kabupaten Sumbawa harga untuk 12 komoditi strategis seperti beras, jagung, daging sapi, daging ayam, minyak goreng, gula pasir, cabe rawit, cabe besar, bawang merah, bawang putih dan kedelai masih stabil dan tidak mengalami kenaikan maupun penurunan harga.
Stok pangan setara beras tersedia sebanyak 35.579 ton dan bertahan selama 31 minggu, jumlah ini akan terus bertambah karena saat ini sebagian sawah sudah mulai panen padi.
Stok pangan strategis ini mampu bertahan selama Ramadan hingga hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Baca juga : Diguyur Hujan Deras Desa Lebangkar Terendam Banjir, 80 Rumah dan 240 Jiwa Terdampak
Beras saat ini tersedia sebanyak 35.579 ton dan bertahan selama 31 minggu, kemudian jagung tersedia sebanyak 110.820 ton dan bertahan selama 3.581 minggu, gula pasir tersedia sebanyak 52.091 ton dan bertahan selama 280 minggu, minyak goreng tersedia sebanyak 19.589 ton dan bertahan selama 195 minggu, bawang merah tersedia sebanyak 1.528 ton dan bertahan selama 46 minggu.
Sementara untuk komoditi lainnya seperti daging sapi, daging ayam, telur ayam, cabe rawit, cabe besar, bawang putih dan kedelai tersedia mulai dari belasan ton hingga ratusan ton dan bertahan selama seminggu hingga 25 minggu.
Baca juga : Bantu Masyarakat, Mahasiswa KKN Unram Gelar Penyuluhan dan Pelatihan Pengolahan Biji Kakao Jadi Coklat
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa, Ahmad Yani melalui Sekretaris dinas ketahanan pangan Kabupaten Sumbawa, Syaihuddin, mengatakan stok pangan saat ini tetap stabil karena stok masih tersedia dan bertanam dua bulan bahkan tiga bulan ke depan.
“Untuk bahan pangan yang sangat mudah busuk tersedianya sekitar beberapa minggu dan dapat dipastikan stoknya selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 hijriah tetap aman dan tersedia karena terdistribusi setiap hari,” ujarnya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya pada Jumat, (30/01).
Baca juga : Jaga Kondusifitas Malam, Polres Sumbawa Intensifkan Patroli KRYD di Wilayah Kota Sumbawa
Ia mengungkapkan kondisi saat ini masih stabil dan pihaknya akan berkoordinasi dengan distributor untuk menjaga ketersediaan bahan pokok tetap stabil dan aman.
Syaihuddin mengajak masyarakat untuk tidak panik menjelang hari besar keagamaan, seperti hari raya idul fitri dan lainnya karena tidak semua kebutuhan pokok ikut naik harga.
Ia mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayur-sayuran guna mendukung kebutuhan dan gizi berimbang keluarga setiap hari. (SN/PKL-01)

