Sumbawa, SelarasNews.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Sumbawa memastikan ketersediaan stok pangan dengan menggalakkan program Desa B2SA (Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman).
Kepala DKP Kabupaten Sumbawa, Ahmad Yani melalui Sekretaris DKP Kabupaten Sumbawa, Syaihuddin, mengatakan program ini di mulai dari tahun 2025 ditahun 2026 ini masih terus digalakkan.
Baca juga : DKP Sumbawa Pastikan Stok Pangan Tersedia Selama Ramadan 1447 H
“Program Desa B2SA, selain menanam sayur-sayuran juga dilaksanakan budidaya ikan dengan konsep masyarakat mengolah dan memanfaatkan sendiri pangan tersebut,” ujarnya kepada media ini di ruang kerjanya pada Jumat, (30/01).
Program Desa B2SA ini berbeda dengan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L), karena program Desa B2SA ini mulai dari tanam hingga pengolahan panganan tersebut dan dilaksanakan oleh PKK.

“Saat ini baru sekitar 20 Desa dari empat kecamatan yakni Kecamatan Utan, Moyo Hilir, Moyo Hulu dan Kecamatan Lopok,” ungkapnya.
Pada program Desa B2SA ini ada sekitar 5.000 bibit tanaman sayuran-sayuran di setiap desa dan itu membantu meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.
Kemandirian Pangan di Tengah Lonjakan Harga
Program Desa B2SA dirancang agar masyarakat mampu memproduksi kebutuhan pangannya sendiri di pekarangan rumah. Hal ini dianggap sangat krusial, mengingat harga komoditas seperti cabai kerap melonjak tinggi saat bulan Ramadhan.
“Kita harapkan masyarakat menanam sendiri. Satu orang memiliki satu pohon cabai saja bisa menghasilkan setengah kilogram cabai, sehingga bisa mengurangi biaya pengeluaran saat harga tinggi di bulan Ramadhan nanti,” jelasnya.
Edukasi Pengolahan Pangan Lokal
Selain menanam sayuran dan budidaya lele, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai pengolahan pangan lokal yang aman dan bergizi. Bahan pangan seperti ubi dan pisang diajarkan untuk diolah menjadi berbagai resep kekinian yang memiliki nilai tambah, sehingga tidak hanya dikonsumsi dengan cara direbus atau digoreng saja.
Program ini terbukti memberikan dampak ekonomi nyata. Selain menghemat pengeluaran untuk membeli cabai, terong, dan ikan lele, kelompok masyarakat di desa-desa tersebut mampu menghasilkan pendapatan tambahan mulai dari 1 juta hingga 3 juta Rupiah dari hasil penjualan produksi mereka.
Baca juga : Stok Pangan di Sumbawa Masih Aman Hingga Lebaran
Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa berkomitmen untuk terus mengembangkan program Desa B2SA hingga dua tahun ke depan guna memastikan ketahanan pangan masyarakat tetap terjaga. (SN/PKL-04)

