Sebaran Alsintan di Sumbawa Belum Merata di Setiap Kecamatan

Sebaran Alsintan di Sumbawa Belum Merata di Setiap Kecamatan

Sumbawa, SelarasNews.id – Pertanian Kabupaten Sumbawa, termasuk cukup besar di Nusa Tenggara Barat. Namun, ketersediaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) belum memadai dengan luas tanam yang ada serta penyebarannya belum merata ke semua wilayah yang ada.

Kabupaten Sumbawa berhasil melakukan swasembada pangan baik itu komodidti beras maupun jagung. Sebagai upaya meningkatkan produksi dan mengefisiensikan waktu sebelum tanam maupun ketika panen di wilayah tersebut masih sangat membutuhkan Alsintan.

“Hal itu, sejalan dengan komitmen Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia yang terus berupaya meningkatkan produksi pertanian selain memastikan ketersediaan pupuk dan benih unggul” ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ni Wayan Rismawati, melalui Kepala Bidang Sarana Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Wirawan Margana, saat ditemui media ini pada Kamis, (25/9).

Ia mengatakan penyediaan Alsintan harus tetap dilanjutkan karena sangat membantu petani untuk meningkatkan produksi dan mengurangi waktu pekerjaan seperti sebelum tanam maupun sebelum panen bahkan hingga setelah panen.

“Sejauh ini pemerintah terus berupaya mempermudah petani dalam mengakses alsintan yakni dengan sistem pinjam pakai melalui brigade alsintan di tingkat kabupaten” sambungnya.

Tahun ini dari luas tanam direncanakan 71.663 hektare dengan prakiraan produksi mencapai 339.520 ton. Sementara untuk jagung ditargetkan tanam seluas 105.169 hektare dengan prakiraan produksi sebesar 599.185 ton.

“Untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan produktivitas, efisiensi biaya dan peningkatan daya saing harus menggunakan alsintan” tegasnya.

Untuk saat ini keberadaan Alsintan di Kabupaten Sumbawa terutama prapanen maupun pasca panen belum merata disetiap kacamatan. Karena ketersediaan Alsintan secara spesifik masih sangat kurang.

“Untuk bisa meningkatkan produksi komoditas pertanian tidak lagi bisa dikelola secara tradisional seperti dengan cara membajak sawah dengan sapi atau mencangkul tetapi harus menggunakan alat dan mesin pertanian” sambungnya.

Swasembada beras dan jagung menjadi sangat penting bagi Indonesia di tengah ancaman krisis pangan nasional dan hal itu sudah mampu dilakukan oleh Kabupaten Sumbawa setiap tahunnya.

“Penambahan alsintan ini merupakan kebutuhan terhadap percepatan tanam dalam mewujudkan target produksi beras dan jagung di Kabupaten Sumbawa” pungkasnya. (SN/01)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *