Sumbawa, SelarasNews.id – Dalam upaya memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka di tingkat sekolah dasar, Pengawas Sekolah Dasar Kecamatan Labuhan Badas, Sutarman, menginisiasi pembentukan “Tim 12”. “Tim ini dibentuk khusus untuk menjawab tantangan para pendidik dalam memahami dan mengolah perangkat pembelajaran secara mandiri tanpa harus bergantung sepenuhnya pada materi instan yang tersedia di internet,” ujarnya saat ditemui media ini pada Selasa, (10/02).
Sutarman menjelaskan meskipun berbagai bentuk perangkat pembelajaran saat ini mudah ditemukan secara daring, para guru seringkali tidak memiliki pemahaman mendalam atau “ilmunya” dalam menyusun materi tersebut. Oleh karena itu, Tim 12 hadir sebagai langkah inisiatif agar para guru memiliki kompetensi dalam membedah Capaian Pembelajaran (CP).
Baca juga : Dikbud Sumbawa Matangkan Revisi RKAS dan Strategi Pemerataan Guru
“Percuma ketika menggunakan hasil orang lain tetapi tidak punya ilmunya. Ini bahaya ketika kita tidak punya ilmu namun memanfaatkan milik orang lain. Sehingga kita berinisiatif mengadakan kegiatan ini supaya mereka punya ilmunya,” jelasnya.

Tim 12 ini terdiri dari perwakilan guru yang dibagi ke dalam tiga fase utama Kurikulum Merdeka yakni Fase A (kelas 1-2), Fase B (kelas 3-4), dan Fase C (kelas 5-6). Masing-masing fase diwakili oleh empat orang guru untuk memastikan adanya koordinasi dan sinkronisasi materi antar jenjang.
Fokus utama dari tim ini adalah menjabarkan CP ke dalam Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang disusun secara hierarkis. Sutarman menekankan bahwa urutan materi harus dirancang mulai dari yang terkecil ke besar, dari yang mudah ke sulit, serta dari yang dekat ke jauh.
Baca juga : Musim Hujan Masyarakat Diminta Jaga Kesehatan Ternak dan Pastikan Ketersediaan Pakan Untuk Kemarau
“Hasil mereka ini akan berakhir pada silabus pembelajaran. Dari CP dijabarkan menjadi ATP yang diurutkan sesuai hierarkinya. Dari sini nanti kita masukkan ke silabus, lengkap dengan bentuk penilaiannya,” terangnya.
Melalui penyusunan silabus yang spesifik ini, diharapkan para guru memiliki panduan yang lebih jelas dalam mengajarkan materi-materi esensial di depan kelas. Produk yang dihasilkan Tim 12 bukan hanya menjadi pedoman bagi anggota tim saja, melainkan akan dimanfaatkan oleh seluruh rekan guru lainnya sebagai pijakan utama dalam proses belajar mengajar.

Sutarman berharap dengan penguasaan analisis lingkup materi dan kompetensi wajib di setiap fase, guru tidak akan melakukan kesalahan dalam menyampaikan materi kepada siswa. “Jika teman-teman guru bisa fokus mengajarkan materi sesuai dengan CP dan TP yang ada, saya yakin hasil pada siswanya akan kelihatan,” pungkas Sutarman. (SN/PKL-05)

