Sumbawa, SelarasNews.id – Pasca terjadi banjir aktivitas masyarakat di tiga kecamatan yakni Kecamatan Plampamg, Empang dan Tarano kembali normal seperti sebelumnya.
Guna mencegah kembali meluapnya air sungai, masyarakat terdampak berharap adanya normalisasi kali hingga saluran drainase.
Banjir yang terjadi di Kecamatan Plampang, Empang hingga Kecamatan Tarano tidak semata karena curah hujan tinggi, tetapi juga dipicu kerusakan lingkungan, terutama hutan gundul serta kondisi sungai yang menyempit dan dangkal.

Penyempitan ini tidak hanya terjadi di sungai besar. Namun, juga terjadi pada sungai yang kecil.
Dedy Sopian salah seorang warga mengatakan banjir ini bukan hanya karena hujan deras, melainkan karena hutan banyak yang gundul, sungai menyempit dan dangkal, sehingga air cepat meluap ke permukiman.
“Kondisi semacam ini, kerap kali kami rasakan masyarakat setempat ketika hujan dengan intesitas tinggi terjadi dalam kurung waktu dua hingga 3 jam,” ujarnya saat ditemui media pada Rabu, (18/02).
Baca juga : Polda NTB Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba, Polres Bima Kota Ungkap Dua Kasus
Sehingga normalisasi sungai yang ada harus tetap dilakukan agar banjir tidak terus berulang setiap curah hujan tinggi dan lama.
“Banjir yang terjadi di wilayah ini tidak hanya merendam pemukiman warga petani juga sawah dan tambak milik warga sehingga normalisasi sungai harus dilakukan secepat mungkin,” jelasnya.
Selain itu, adanya pohon tumbang yang membentang sungai di desa Sepayung berpotensi mengakibatkan luapan air sungai ketika terjadi banjir.

Sementara itu, Radiansyah warga lainnya mengungkapkan selain hutan gundul dan penyempitan serta pendangkalan sungai, kondisi drainase yang tidak berfungsi dengan naik menjadi penyebab terjadinya banjir.
“Kondisi semacam ini kami alami setiap tahunnya dan tahun ini cukup parah karena semakin meluas dan terjadi secara berulang,” ujarnya.
Masyarakat berharap adanya penanganan segera dari pemerintah sehingga ketika terjadi curah hujan tinggi masyarakat tidak lagi khawatir akan terjadi luapan banjir. (SN/PKL-01)

