Sumbawa, SelarasNews.id – Semarak Ramadan di Kabupaten Sumbawa selalu identik dengan munculnya pasar takjil dadakan yang menghiasi sudut-sudut kota. Salah satu titik yang mulai ramai dipadati pemburu takjil adalah kawasan Jalan Garuda, di mana para pedagang musiman mulai mengadu nasib demi mengais rezeki di bulan penuh berkah ini.
Di antara deretan tenda payung warna-warni, nampak Lina Safira, seorang ibu muda yang baru saja memulai langkahnya sebagai penjual takjil. Meski mengaku baru lima hari berjualan, lapak sederhana milik Lina tidak pernah sepi dari lirikan mata para pengendara yang melintas menjelang waktu berbuka.
Baca juga : Satu Tahun Kepemimpinan Jarot–Ansori, Pemkab Sumbawa Realisasikan Janji Penguatan Infrastruktur
“Baru lima hari ini jualan, tepatnya sejak hari Kamis saat awal Ramadan. Tahun kemarin belum jualan, jadi tahun ini baru coba-coba,” ujar Lina saat ditemui di sela-sela kesibukannya melayani pembeli, pada Senin (23/02)

Lina menyajikan berbagai varian takjil yang menggugah selera, mulai dari kudapan gurih seperti tahu isi ayam suwir dan tempe mendoan, hingga minuman segar seperti es buah dan es cincau. Namun, dari sekian banyak menu yang ditawarkan, ada satu menu tradisional yang menjadi “bintang” di lapaknya.
“Paling banyak diminati itu Jajan Daun. Soalnya kalau bulan puasa, Jajan Daun ini jarang yang jual dan rasanya manis, jadi pas untuk buka puasa,” jelasnya dengan senyum sumringah.
Baca juga : Pedagang Musiman Saat Ramadan, Berharap Pemda Sumbawa Bantu Siapkan Lokasi Jualan
Meski baru seumur jagung, usaha musiman ini memberikan hasil yang cukup menjanjikan. Dalam sehari, Lina mengaku bisa mengantongi omzet hingga Rp 600.000 jika cuaca sedang cerah. Namun, tantangan utama yang ia hadapi adalah faktor cuaca yang tidak menentu.
“Kendalanya cuma hujan saja. Sekarang kan musim hujan, kalau sudah hujan, peminat es jadi jarang dan pembeli juga berkurang. Kalau lagi sepi karena hujan, omzet paling di kisaran Rp 400.000-an,” tambahnya.

Meski harus bersaing dengan banyak penjual lain di sepanjang Jalan Garuda, Lina tetap optimis. Baginya, Ramadan adalah momentum untuk belajar berwirausaha sekaligus membantu warga sekitar mendapatkan takjil dengan rasa yang autentik dan harga terjangkau.
Kisah Lina Safira menjadi potret kecil bagaimana Ramadan bukan hanya menjadi bulan penuh ibadah, tetapi juga menjadi ladang peluang ekonomi bagi masyarakat kreatif di Kabupaten Sumbawa. (SN/PKL-02)

