Sumbawa, SelarasNews.id – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, memastikan bahwa perbaikan permanen pada ruas jalan di depan RSUD Sumbawa dan wilayah Moyo Hilir akan segera dieksekusi pada semester I tahun ini.
“Langkah ini kami ambil sebagai respons atas kondisi jalan di Dusun Sering, Desa Kerato, yang mengalami kerusakan cukup parah dan mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Miq Iqbal sapaan akrab Gubernur NTB saat ditemui media ini belum lama ini.
Baca juga : Banjir Melanda Empat Kecamatan di KSB, Akses Lingkar Selatan Terputus
Perbaikan infrastruktur ini dinilai krusial untuk memulihkan akses kesehatan serta mempercepat perputaran ekonomi di wilayah tersebut agar kembali normal.
Miq Iqbal mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi NTB saat ini tengah mengkaji teknologi konstruksi yang paling efisien namun memiliki daya tahan tinggi. Pemilihan teknologi ini menjadi kunci agar jalan tidak kembali rusak akibat faktor alam.

“Sekarang kita sedang mencari teknologi yang paling murah tapi kuat. Kita sedang mencoba beberapa teknologi lain yang diharapkan lebih tahan ke depan. Jika tidak, kita akan terus menghadapi situasi yang sama, apalagi sebelum program penghijauan kembali yang direncanakan pemerintah berjalan optimal,” jelas Miq Iqbal.
Pemerintah menargetkan dokumen perencanaan atau Detail Engineering Design (DED) dapat segera dituntaskan pada semester pertama ini. Target utamanya adalah memulai pengerjaan fisik di lapangan sebelum intensitas hujan meningkat.
Baca juga : Capaian 12 Program Unggulan Jarot–Ansori : Pembangunan Sumbawa On The Track dan Sangat Akseleratif
“Mudah-mudahan di semester pertama ini gambar-gambar perencanaan sudah mulai sebelum perubahan anggaran. Yang penting, sebelum musim hujan datang, pekerjaan sudah berjalan,” terang Miq Iqbal.
Menanggapi aspirasi masyarakat terkait percepatan perbaikan, Miq Iqbal meminta semua pihak untuk bersabar. Ia menekankan bahwa setiap tahapan teknis dan administrasi harus dilalui secara teliti guna menghindari permasalahan hukum bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) maupun instansi terkait di masa mendatang.

“Memang belum diperbaiki secara permanen karena kita harus menyelesaikan prosesnya dengan benar. PPK juga tidak ingin ini menjadi masalah hukum di kemudian hari, jadi kita beri kesempatan untuk menuntaskan administrasinya,” kata Miq Iqbal.
Gubernur juga mencontohkan penanganan darurat di Lombok Timur, di mana jembatan bambu digunakan sementara sebelum bangunan permanen berdiri. Ia menegaskan komitmennya bahwa hasil akhir perbaikan haruslah berkualitas.
“Kebutuhan masyarakat sangat kami pahami. Namun, perbaikan permanen harus melalui prosedur yang benar supaya hasilnya kokoh dan tidak bermasalah di kemudian hari,” pungkasnya. (SN/PKL-02)

