Sumbawa, SelarasNews.id – Usaha dendeng sira bage Rarit Maros yang dilakoni Sri Harnaningsih Agun, warga di Desa Nijang, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat (NTB) mampu membantu meningkatkan ekonomi keluarga.
Usaha kuliner khas Sumbawa ini telah dijalankan selama kurang lebih tujuh tahun dengan produksi mencapai sekitar 100 kilogram daging sapi setiap kali produksi dalam sehari.
Baca juga : Pemkab Sumbawa Siapkan Tenaga Kerja Lokal dalam Proyek Industri Unggas Terintegrasi
Dendeng atau rarit sira bage merupakan salah satu kuliner khas Sumbawa yang telah lama menjadi ikon Nusa Tenggara Barat. Kini, makanan tradisional tersebut kembali mencuri perhatian setelah permintaan pasar domestik hingga mancanegara meningkat drastis, terutama saat bulan Ramadan.

Dendeng sira bage dikenal dengan potongan daging sapi yang diiris tipis, kemudian dikeringkan, dibakar, dan digoreng hingga garing. Kombinasi tekstur renyah dan aroma smoky pada daging, serta sensasi gurih dan rasa asam, membuat kuliner ini digemari berbagai kalangan, baik masyarakat lokal maupun wisatawan.
Pemilik usaha Rarit Ramos, Sri Harnaningsih Agun, mengaku kewalahan memenuhi pesanan saat memasuki Ramadan.
“Usaha ini sudah kami jalankan sekitar tujuh tahun. Dalam sehari produksi bisa mencapai 100 kilogram daging sapi. Saat Ramadan, permintaan meningkat tajam sehingga kami sering kewalahan memenuhi pesanan,” ujar Sri Agun sapaan akrab Wanita yang ramah senyum itu.
Baca juga : Raker Tahunan FPRB Sumbawa Bahas Penguatan Desa, Mitigasi, dan Regulasi Kebencanaan
Ia menambahkan, saat ini penjualan Rarit Ramos hampir setiap hari dikirim ke luar daerah seperti Mataram, Jakarta, dan Bandung, bahkan hingga Kalimantan. Permintaan tidak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri.
“Pengiriman hampir setiap hari kami lakukan ke Mataram, Jakarta, Bandung, dan Kalimantan. Bahkan, ada juga permintaan dari luar negeri,” katanya.
Meski demikian, untuk pengiriman luar daerah maupun internasional diperlukan pengemasan khusus agar produk tetap aman, tahan lama, dan sesuai dengan regulasi pangan negara tujuan.

Dendeng sira bage kini telah menjadi salah satu buah tangan khas Tanah Intan Bulaeng. Dalam beberapa tahun terakhir, popularitasnya meningkat signifikan seiring maraknya pemasaran secara online. Selain dipasarkan melalui media daring, produk Rarit Ramos juga dijual di sejumlah minimarket serta toko oleh-oleh khas Sumbawa.
Usaha ini pun telah memiliki berbagai sertifikasi, seperti halal, PIRT, BPOM, serta standar Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), sehingga kualitas dan keamanannya semakin terjamin. (SN/PKL-06)

