Hilirasi Industri Unggas Terintegrasi Resmi Ada di Pulau Sumbawa

Hilirasi Industri Unggas Terintegrasi Resmi Ada di Pulau Sumbawa

Jakarta, SelarasNews.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD menandatangani Kesepakatan Bersama terkait pengembangan hilirisasi peternakan ayam terintegrasi di wilayah NTB. Penandatanganan ini menjadi salah satu langkah lanjutan dari kegiatan ground breaking investasi yang sebelumnya dilaksanakan pada 6 Februari 2026 di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa lalu. Kegiatan penandatanganan ini  berlangsung di Jakarta pada Senin, (09/03).

Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, S.IP., M.Si dan Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Ghimoyo, sebagai bagian dari upaya membangun sistem industri peternakan ayam terintegrasi di daerah.

Baca juga : Bersinergi Bangun Daerah, BNI KC Sumbawa Besar Gelar Buka Puasa Bersama Media

Program ini dirancang untuk membangun ekosistem industri peternakan dari hulu hingga hilir, mulai dari pembibitan, penetasan, pengolahan hingga produksi pakan ternak.

Pengembangan Kawasan Industri Peternakan Terintegrasi

Dalam rencana pengembangannya, beberapa lokasi lahan milik Pemerintah Provinsi NTB akan dimanfaatkan untuk mendukung operasional kawasan industri tersebut, antara lain, BPTHMT Serading, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa yang digunakan sebagai lokasi pembangunan kandang Parent Stock (PS) dan hatchery atau penetasan telur.

Desa Bage Tango, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa, direncanakan sebagai lokasi Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) dan fasilitas pengolahan produk ayam.

Kemudian Desa Woja, Kabupaten Dompu, direncanakan sebagai lokasi pabrik pakan ternak untuk mendukung keberlanjutan produksi.

Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, mengungkapkan melalui pengembangan kawasan terintegrasi ini, diharapkan rantai produksi peternakan ayam dapat berjalan lebih efisien sekaligus memberikan nilai tambah bagi sektor peternakan daerah.

Baca juga : Pemprov NTB dan ID FOOD Teken MoU Industri Ayam Terintegrasi Senilai 1,2 Triliun Rupiah di Sumbawa

Bagian dari Program Industrialisasi Produk Daerah

Jarot akrab disapa Bupati Sumbawa mengatakan bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa, program ini sejalan dengan Program Unggulan ke-5 Jarot–Ansori, yaitu industrialisasi produk daerah dan peningkatan investasi.

“Pengembangan industri peternakan ayam terintegrasi kami harapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menciptakan rantai nilai ekonomi baru di daerah, termasuk peluang kerja, peningkatan usaha peternak, serta penguatan sektor pangan,” harap Jarot.

Keterbukaan Informasi kepada Masyarakat

Jarot menegaskan bahwa proses pengembangan investasi ini dilakukan secara bertahap sesuai tahapan perencanaan, kajian teknis, dan kerja sama antar pihak.

“Penandatanganan kesepakatan bersama ini merupakan tahap awal kerja sama yang nantinya akan dilanjutkan dengan perjanjian kerja sama operasional, kajian teknis, serta penyusunan skema pelaksanaan sebagaimana diatur dalam dokumen kesepakatan,” terang Jarot.

Melalui penyampaian informasi ini, pihaknya berharap masyarakat dapat mengetahui perkembangan rencana investasi yang sedang berjalan, sekaligus menjadi bagian dari komitmen keterbukaan informasi publik.

Baca juga : BMKG Ingatkan Masyarakat Sumbawa Waspadai Peralihan Cuaca

“Ke depan, perkembangan program ini akan terus diinformasikan kepada masyarakat sesuai dengan tahapan pelaksanaan di lapangan,” tutup Jarot.

Kegiatan penandatanganan kesepakatan bersama tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pihak perusahaan, diantaranyan Kementerian Pertanian RI, Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan ID FOOD.

Kegiatan ini juga didukung oleh sejumlah tenaga ahli di bidang peternakan dan hilirisasi industri diantaranya Prof. Sahrul Bosang. (SN/PKL-04)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *