Sumbawa, SelarasNews.id – Pemerintah Pusat selalu memberikan perlindungan terhadap petani dan hal itu, terus dilakukan dengan berbagai program. Salah satunya dengan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang merupakan amanat Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang perlindungan dan pemberdayaan petani.
“Untuk melindungi petani padi dari kerugian akibat cuaca ektrem selama periode tanam kemarau 1, petani padi kami minta mengikuti asuransi pertanian. Pada asuransi ini petani cukup membayar 36.000 Rupiah per hektare karena 80 persen premi disubsidi oleh Pemerintah Pusat,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ni Wayan Rusmawati.
Baca juga : Melayat Ke Rumah Duka Anggota Damkar Yang Gugur Saat Bertugas, Wakil Bupati Sampaikan Belasungkawa
Ia mengatakan pemerintah akan selalu hadir memberikan perlindungan kepada petani ketika menghadapi resiko seperti gagal panen, salah satunya dengan asuransi AUTP.
Asuransi pertanian merupakan salah satu faktor utama perlindungan bagi para petani dan aktivitas pertanian, terutama dalam sektor padi, agar ketahanan pangan nasional tetap terjaga.
“Dalam hal ini, pemerintah pusat telah memberikan subsidi premi yang terjangkau yaitu sebesar 80 persen. Dengan angka sebesar itu petani hanya perlu membayar 36.000 Rupiah per hektare dengan nilai pertanggungan mencapai 6 Juta Rupiah per hectare,” jelas Ni Wayan saat ditemui Media ini pada Senin, (23/03).
Baca juga : Duka Idulfitri di Alas, 31 Rumah Warga Terbakar, Tagana Disos Sumbawa Dirikan Dapur Umum Lapangan
AUTP adalah asuransi pertanian yang sangat penting karena petani tetap memiliki modal kerja untuk masa tanam berikutnya. “Asuransi ini juga memberikan perlindungan dari risiko gagal panen yang dapat merugikan nilai ekonomi usaha tani padi,” sambung Ni Wayan.
Meski demikian, sosialisasi ini perlu dilakukan lebih masif oleh Jasindo agar Program AUTP yang memilikinya dapat menjangkau petani di seluruh pelosok Kabupaten Sumbawa sehingga target-target produksi padi Pemerintah Pusat di tahun mendatang akan tercapai.
Baca juga : Bupati Sumbawa, Tinjau dan Serahkan Bantuan Bagi Korban Kebakaran Hebat di Kecamatan Alas
Ni Wayan berharap sebelum memulai tanam padi, petani di Kabupaten Sumbawa mengikuti dulu asuransi pertanian agar terhindar dari kerugian yang cukup besar akibat gagal panen.
“Terlebih lagi saat periode tanam musim kemarau 1 ini, karena dari prediksi BMKG tahun ini akan terjadi kemarau panjang dan lebih panas dari biasanya,” tutup Ni Wayan. (SN/01)

