Antisipasi Gagal Panen Hingga Kerugian Bagi Petani, Waktu dan Pola Tanam Diminta Sesuai Arahan

Antisipasi Gagal Panen Hingga Kerugian Bagi Petani, Waktu dan Pola Tanam Diminta Sesuai Arahan

Sumbawa, SelarasNews.id – Kabupaten Sumbawa merupakan daerah yang memiliki lahan pertanian terbesar di provinsi nusa tenggara barat dengan luas lahan pertanian basah sebesar 54.918 hektare dan lahan pertanian kering lebih kurang 83.000 hektare.

Saat ini Kabupaten Sumbawa, akan mulai memasuki musim tanam musim kemarau 1. Karena itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ni Wayan Rusmawati, meminta kepada petani untuk mengikuti arahan dari penyuluh pertanian yang ada mulai dari waktu maupun pola tanam.

Baca juga : Perkuat Sinergi Menuju Sumbawa Unggul, Kapolres Sumbawa Hadiri Halal Bihalal di Kantor Bupati

“Memasuki musim tanam musim kemarau 1, petani di Kabupaten Sumbawa kami minta mengikuti arahan dari penyuluh pertanian di lapangan berdasarkan ketersediaan air, Hal itu dilakukan untuk mengurangi hal yang tidak diinginkan,” ujarnya saat ditemui media ini di ruang kerjanya pada Kamis, (02/04).

Selain itu juga, Petani juga diminta menanam sesuai yang diarahkan penyuluh pertanian atau sesuai hasil rapat dengan UPTD Pengairan.

“Termasuk penentuan bibit yang ditanam saat ini harus disesuaikan dengan kondisi cuaca yang terjadi. Karena ada sebagian bibit yang tahan dengan cuaca panas dan ada yang tidak,” jelasnya.

Baca juga : Diduga Nekat Seberangi Sungai, Seorang Pelajar Asal Kalimango Meninggal Dunia Terbawa Arus

Pada musim tanam kemarau sat ini, pada lahan basah akan didominasi komoditi padi dan jagung. Sementara untuk lahan kering didominasi komoditi diutamakan palawija.

“Sebagai antisipasi kekeringan, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Dinas Pertanian sudah melakukan berbagai upaya, salah satunya menyiapkan paket bantuan seperti sumur dalam maupun dangkal hingga pendampingan bagi petani,” terangnya.

Pemerintah membantu menyediakan infrastruktur yang diperlukan bagi wilayah terdampak, seperti pompanisasi dan pipanisasi. Bantuan tersebut digunakan untuk menarik air dari sumber-sumber yang ada, baik dari sungai maupun mata air.

Baca juga : Polsek Labuhan Badas Evakuasi Penemuan Jasad Warga Gantung Diri di Kebun Jambu Mente

Selain membangun bendungan dan sumur bor, wilayah yang terancam kekeringan jika lama tidak terjadi hujan dan terdapat sumber air akan dibantu dengan pompa dan pipa.

“Pendampingan dan upaya untuk menggerakkan serta mengoordinasikan petani dan kelompok tani dalam mengatasi gagal panen pada musim tanam musim kemarau 1 harus dilakukan secara bersama-sama,” ungkapnya.

Ni Wayan Rusmawati meminta masyarakat untuk selalu mengikuti arahan dari pendamping dan memantau informasi cuaca dari BMKG sehingga gagal panen dapat dihindari. (SN/01)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *