Sumbawa, SelarasNews.id -Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori secara resmi membuka kegiatan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting yang dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan jamban sehat di Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, pada Senin (04/05).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui pendekatan terpadu berbasis kolaborasi lintas sektor. Program ini tidak hanya berfokus pada intervensi gizi dan kesehatan, tetapi juga memperkuat aspek sanitasi lingkungan sebagai faktor penting dalam pencegahan stunting.
Hadir dalam kegiatan tersebut unsur koordinasi lintas sektor yang terdiri dari perangkat daerah, camat dan lurah, Tim Penggerak PKK, organisasi perempuan, unsur keagamaan, BAZNAS, serta berbagai instansi dan pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran lintas sektor ini mencerminkan kuatnya sinergi dalam upaya percepatan penanganan stunting di daerah.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori menegaskan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara serius, terpadu, dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan aksi nyata yang langsung menyentuh masyarakat di lapangan.
“Aksi ini harus benar-benar kita laksanakan secara nyata, bukan hanya formalitas. Penanganan stunting harus dilakukan dengan kerja bersama, mulai dari perbaikan gizi, edukasi, hingga penyediaan sanitasi yang layak seperti pembangunan jamban sehat,” tegasnya.
Baca juga : SDN 1 Penyaring, Jadi Percontohan Sekolah Hijau di Sumbawa
Ia juga menyoroti pentingnya keberlanjutan intervensi stunting yang tidak hanya dilakukan dalam satu kali kegiatan, tetapi harus terus berjalan secara konsisten minimal satu hingga tiga bulan, dengan pengawasan dan evaluasi yang terukur. Intervensi tersebut mencakup pemberian asupan gizi, makanan tambahan, edukasi keluarga, serta penguatan perilaku hidup bersih dan sehat.
Lebih lanjut, Wakil Bupati Sumbawa menekankan bahwa pembangunan jamban sehat yang ditandai dengan peletakan batu pertama ini merupakan langkah strategis dalam mendukung penurunan stunting, mengingat sanitasi yang baik berperan penting dalam menjaga kesehatan anak dan keluarga.

Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya penguatan data dan sistem monitoring secara berkala agar seluruh program penanganan stunting dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini akan terus dikawal melalui koordinasi lintas sektor yang terintegrasi, dengan dukungan berbagai pihak baik dari pemerintah daerah maupun lembaga terkait lainnya.
Baca juga : Pastikan Keamanan Malam Hari, Polsek Rhee Intensifkan Patroli Blue Light dan KRYD
Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati Sumbawa menyampaikan optimisme bahwa melalui kerja sama yang solid dan aksi nyata yang berkelanjutan, angka stunting di Sumbawa dapat terus ditekan secara signifikan.
“Dengan semangat kebersamaan dan kerja nyata lintas sektor, kita yakin dapat mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat menuju Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera,” pungkasnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan jamban sehat sebagai simbol dimulainya pembangunan sanitasi berbasis masyarakat, yang diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendukung percepatan penurunan stunting di wilayah tersebut secara berkelanjutan. (SN/01)

