Sumbawa, SelarasNews.id – Awal Musim hujan di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat diprediksi BMKG lebih cepat dari tahun sebelumnya yakni Awal November 2025. Selain itu, hujan juga diprediksi terjadi lebih lama yakni selama 6 bulan.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Kararuddin Sumbawa memprediksikan musim hujan di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat akan datang lebih awal dari kondisi normal.
Baca juga : Rencana Pembangunan Dermaga Limung Tuntas Tahun Ini
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa, Samriyanto, yang ditemui Media ini pada Jumat, (03/10) mengatakan berdasarkan pemantauan iklim terkini, sebagian besar wilayah Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat mulai memasuki musim hujan sejak awal November 2025 dan secara bertahap akan meluas ke semua wilayah pada periode November hingga Desember 2025.
“Musim hujan diprediksi berlangsung dari November 2025 hingga April 2026 dengan puncak hujan yang bervariasi sebagian besar terjadi pada Januari hingga Februari 2026” sambungnya.
Secara umum sifat hujan pada musim hujan tahun 2025 dan 2026 mendatang diprediksikan berada pada kategori normal yakni 69,5 persen yang artinya curah hujan musiman tidak jauh berbeda dengan biasanya. “Namun, juga berpotensi mengalami musim hujan di atas normal. Dengan kondisi ini, potensi ancaman bahaya hidrometeorologi yang dapat menyebabkan dampak seperti banjir, banjir bandang, genangan air, tanah longsor dan angin kencang tetap perlu diwaspadai, terutama pada wilayah dengan prediksi curah hujan atas normal” tambahnya.
Baca juga : Sumbawa Dapat 175 Unit Alsintan Dari Kementerian Selama Tahun 2025
Pentingnya langkah antisipasi di berbagai sektor dalam menghadapi musim hujan ini.
Samriyanto mengimbau pemerintah daerah, sektor terkait dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan menyesuaikan kalender tanam pertanian, pengelolaan waduk dan irigasi, perbaikan drainase, pengendalian hama di perkebunan, hingga langkah mitigasi dampak ancaman bahaya hidrometeorologi harus dilakukan sejak dini agar dampak dapat ditekan.
“Seluruh pemangku kepentingan, baik itu pemerintah daerah maupun masyarakat luas untuk memanfaatkan informasi cuaca dan iklim yang disediakan BMKG sebagai dasar dalam perencanaan dan pengambilan keputusan” pungkasnya. (SN/01)

