Sumbawa, SelarasNews.id – Ketua Umum KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, meminta agar seluruh Technical Handbook (THB) Porprov NTB 2026 yang disusun oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga di NTB dapat dievaluasi secara seksama, objektif, dan teliti demi menjaga semangat sportivitas serta masa depan pembinaan olahraga daerah.
Menurutnya, terdapat indikasi pada beberapa cabang olahraga dimana aturan dalam THB justru menimbulkan persoalan dan berpotensi bertentangan dengan semangat pembinaan olahraga nasional menuju PON 2028. Hal tersebut perlu menjadi perhatian serius seluruh pihak, terutama KONI NTB dan Pengprov cabang olahraga sebagai lembaga pembina.
Baca juga : Momentum HKN, Abdul Rafiq Ajak Pemuda Nyalakan Semangat dan Kesatuan di Era Digital Ini
“Kami melihat ada beberapa poin dalam THB sejumlah cabang olahraga yang menimbulkan pertanyaan besar. Jangan sampai aturan dibuat bukan untuk kepentingan pembinaan prestasi, tetapi justru menjadi alat membatasi atau mengganjal atlet-atlet berprestasi untuk tampil di Porprov NTB 2026,” tegas Abdul Rafiq.
Ia menegaskan bahwa Porprov seharusnya menjadi ajang pembinaan, pencarian bakat, dan pematangan atlet menuju level yang lebih tinggi, termasuk persiapan menghadapi PON 2028. Karena itu, seluruh kebijakan teknis harus berpihak pada peningkatan kualitas prestasi olahraga daerah, bukan pada kepentingan kelompok tertentu.
Baca juga : Pastikan Hak Rakyat Terpenuhi, DPC PDI Perjuangan Sumbawa Jadikan Kantor Rumah Aspirasi
“Kita tidak boleh dzolim terhadap atlet. Atlet yang berprestasi harus diberikan ruang untuk bertanding dan berkembang. Jangan sampai ada atlet potensial daerah yang justru tersingkir karena aturan yang tidak sejalan dengan semangat pembinaan olahraga nasional,” lanjutnya.
Ketua KONI Sumbawa juga mengingatkan agar Pengprov cabang olahraga dapat menjadi pembina yang bijak dan profesional dengan melepaskan ego sektoral maupun kepentingan-kepentingan titipan yang dapat merugikan masa depan olahraga NTB.
“Pengprov harus hadir sebagai pembina yang adil. Lepaskan ego, lepaskan kepentingan-kepentingan tertentu. Yang harus dipikirkan adalah kepentingan daerah, kepentingan atlet, dan target besar NTB dalam mencetak prestasi menuju PON 2028,” ujarnya.
Baca juga : Resmikan SPPG Usar Mapin, Wabup Sumbawa Tekankan MBG Punya SOP Jelas dan Diaudit BPK
KONI Kabupaten Sumbawa pada prinsipnya mendukung penuh pelaksanaan Porprov NTB 2026 yang fair, kompetitif, dan menjunjung tinggi sportivitas. Oleh karena itu, evaluasi terhadap THB menjadi penting agar tidak menimbulkan polemik maupun ketidakadilan bagi daerah dan atlet.
“Kita ingin Porprov menjadi ruang kompetisi yang sehat dan berkualitas. Semua daerah harus mendapatkan perlakuan yang adil, dan atlet-atlet terbaik NTB harus diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya,” tutup Abdul Rafiq. (SN/01)
