Sumbawa, SelarasNews.id – Program pelepasliaran rusa Sumbawa di Pulau Moyo menunjukkan hasil positif. Dari tiga ekor rusa yang dilepas sebelumnya, kini jumlahnya bertambah menjadi empat ekor setelah lahir seekor anak rusa pada Februari 2026 lalu.
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., mengatakan penambahan populasi tersebut menjadi bukti rusa mampu beradaptasi dan berkembang biak di habitat barunya.
Baca juga : KTS Gandeng Akademisi, Kajian Hari Lahir Tana Samawa Mengarah pada Pembentukan Sumbawa Studies
“Saat pertama dilepas jumlahnya tiga ekor, sekarang menjadi empat ekor. Ini menunjukkan rusa merasa aman dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan alaminya,” ujarnya.
Menurut Bupati Sumbawa, perilaku rusa yang menjauhi manusia saat dipantau tim BKSDA juga menjadi indikator bahwa insting liarnya tetap terjaga.
Baca juga : Cegah Kemacetan dan Aksi Kriminal, Sat Lantas Polres Sumbawa Rutinkan Giat Rawan Siang
Untuk memantau perkembangan populasi, pemerintah bersama tim teknis memasang sejumlah kamera jebak (camera trap) di beberapa titik strategis. Data yang diperoleh akan digunakan untuk mendukung pengelolaan konservasi di Pulau Moyo sebagai Taman Nasional.
Ia menegaskan, pengembangan populasi rusa tidak hanya bertujuan melestarikan satwa, tetapi juga menjaga keanekaragaman hayati serta memperkuat Pulau Moyo sebagai destinasi ekowisata berkelas dunia. (SN/01)

