Sumbawa, SelarasNews.id – Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Salah satunya dengan membangun komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan melalui pelaksanaan Gladi Posko dan Gladi Lapang di Kecamatan Moyo Utara yang berlangsung pada 22 dan 25 Juli 2026 mendatang.
Kegiatan tersebut akan melibatkan seluruh desa di Kecamatan Moyo Utara sebagai bagian dari penguatan kapasitas masyarakat dan aparatur desa dalam menangani berbagai ancaman bencana, khususnya banjir yang selama ini menjadi salah satu ancaman utama di wilayah tersebut.
Baca juga : Perkuat Upaya Mitigasi Bencana, BPBD Sumbawa Gelar Rakor Review Dokumen KRB
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumbawa, Dr. Rusdianto Ar, mengatakan bahwa kegiatan gladi posko dan gladi lapangan merupakan langkah strategi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait prosedur penanganan bencana sejak dini pada Jumat, (19/06).

“Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat. Ketika terjadi bencana, masyarakat harus mengetahui apa yang harus dilakukan, ke mana harus bergerak, dan bagaimana mengikuti prosedur bantuan yang benar,” ujarnya.
Menurutnya, Kecamatan Moyo Utara memiliki catatan sejarah bencana banjir yang cukup besar. Banjir yang melanda wilayah tersebut pada tahun 2012 dan 2017 menjadi pembelajaran penting bagi seluruh pihak untuk terus meningkatkan kapasitas dan kesiapan menghadapi potensi kejadian serupa di masa mendatang.
Baca juga : Usung Semangat “Satukan Tekad Menangkan Rakyat,” Soekarno Volley Cup 2026 Resmi Dibuka di Ngeru
Melalui gladi posko dan gladi lapangan, masyarakat akan diberikan pemahaman langsung mengenai mekanisme peringatan dini, koordinasi antar instansi, hingga tata cara evakuasi menuju lokasi yang aman sesuai jalur dan titik pengadaan yang telah ditetapkan.
“Ke depan, kami berharap masyarakat bersama pemerintah desa dan seluruh elemen terkait benar-benar memahami langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana. Dengan demikian, proses evakuasi dapat berjalan dengan tertib dan masyarakat dapat bergerak menuju titik evakuasi yang aman,” Rusdianto.

BPBD Sumbawa menilai keterlibatan seluruh desa dalam kegiatan ini menjadi faktor penting dalam membangun budaya sadar bencana dan memperkuat ketangguhan masyarakat di tingkat lokal. Selain meningkatkan kemampuan tanggap darurat, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan sinergi antara pemerintah, relawan, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menghadapi bencana di wilayah potensi Kecamatan Moyo Utara.
Dengan semakin meningkatnya ancaman bencana akibat perubahan iklim dan cuaca ekstrem, penguatan kesiapsiagaan berbasis masyarakat menjadi langkah krusial untuk meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan ketika bencana terjadi. (SN/01)

