Momentum Hari Pangan Dunia, Petani di Sumbawa Minta Pemerintah Pastikan Harga Jagung dan Pupuk Subsidi Sesuai Aturan

Momentum Hari Pangan Dunia, Petani di Sumbawa Minta Pemerintah Pastikan Harga Jagung dan Pupuk Subsidi Sesuai Aturan

Sumbawa, SelarasNews.id – Peringatan Hari Pangan Dunia 2025 yang jatuh pada 16 Oktober turut menjadi momentum bagi petani di Kabupaten Sumbawa untuk menyuarakan aspirasi mereka Seperti harga jagung harus sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) begitu juga dengan pupuk sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) Pupuk Subsidi.

Bagi para petani, hari pangan bukan sekadar seremonial, tetapi pengingat pentingnya peran mereka sebagai penopang ketahanan pangan bangsa.

Baca juga : Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Bupati Sumbawa Dukung Kemitraan Petani dengan PT. Esa Sampoerna

Seperti halnya Kabupaten Sumbawa merupakan Kabupaten yang memproduksi jagung terbanyak di Nusa Tenggara Barat, Produksi jagung Sumbawa selain untuk kebutuhan lokal juga di ekspor ke luar negeri.

Salah satu petani di Kabupaten Sumbawa/ Muhammad Yasin, yang ditemui Media ini di sawahnya pada Rabu, (15/10) mengatakan pemerintah perlu lebih memperhatikan akses pupuk dan bibit agar produktivitas hasil pertanian meningkat. Selain memastikan harga jual petani sesuai HPP yang ditetapkan pemerintah.

Muhammad Yasin, Petani

“Sejauh ini pemerintah sudah menerapkan HPP jagung sebesar 5.500 Rupiah per kilo gram namun, sebagian besar pembeli terutama swasta tidak ada yang membeli sesuai harga itu” ungkapnya.

Selain itu, ada banyak petani kecil masih kesulitan mendapatkan sarana produksi dengan harga terjangkau.

Baca juga : Wujudkan Ketahanan Pangan, Bulog Sumbawa Bersinergi dengan Polres Sumbawa Bantu Serap 10 Ton Jagung Petani

“Peringatan Hari Pangan Dunia tahun ini kami harapkan dapat mendorong sinergi antara petani, pemerintah dan masyarakat serta pihak swasta demi terwujudnya kemandirian pangan serta kesejahteraan bagi petani di seluruh Kabupaten Sumbawa” harapnya.

Ia mengumpamakan ketika harga jagung di tingkat petani dapat terjaga dengan baik. Kesejahteraan petani akan meningkat melalui produksi yang terus dilakukan Karena itu, pemerintah harus memastikan harga jagung di pihak swasta diserap sesuai HPP.

Sementara itu, Ahim, yang juga petani menilai untuk meningkatkan produksi petani dibutuhkan dukungan teknologi pertanian modern. Selain itu juga, hal itu dapat menarik minat generasi muda agar tidak meninggalkan sektor pertanian.

Ahim, Petani

“Anak-anak muda perlu kita dorong agar melihat pertanian sebagai peluang usaha yang menjanjikan dengan keuntungan besar, bukan sekadar pekerjaan tradisional” tutupnya. (SN/01)

 

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *