Masyarakat Sumbawa Diminta Waspada Penyakit Menular Akibat Cuaca Peralihan Musim

Masyarakat Sumbawa Diminta Waspada Penyakit Menular Akibat Cuaca Peralihan Musim

Sumbawa, SelarasNews.id – Peralihan Musim seperti saat ini kerap berdampak pada aspek kehidupan seperti munculnya penyakit pernapasan bahkan berbagai penyakit menular seperti Flu, Malaria, Cikungunya bahkan Demam Berdarah ikut muncul juga. Karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa meminta masyarakat untuk selalu waspada dan tetap menjaga kebersihan diri maupun lingkungan sekitar.

Perubahan cuaca yang ekstrim dan tidak terduga menjadi semakin umum akibat perubahan iklim. Fenomena ini berdampak pada berbagai aspek kehidupan, termasuk kesehatan manusia.

Baca juga : Momentum Hari Pangan Dunia, Petani di Sumbawa Minta Pemerintah Pastikan Harga Jagung dan Pupuk Subsidi Sesuai Aturan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Sarip Hidayat, yang ditemui media ini di ruang kerjanya pada Rabu, (15/10) mengatakan perubahan suhu yang signifikan seperti panas yang berlebihan atau cuaca dingin yang ekstrem dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

“Gelombang panas misalnya dapat memicu masalah kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke terutama pada orang lanjut usia atau yang memiliki penyakit kronis. Begitu juga cuaca dingin yang ekstrem bisa meningkatkan risiko hipotermia dan infeksi saluran pernapasan” ungkapnya.

Perubahan cuaca dapat mempengaruhi kualitas udara yang berakibat pada peningkatan kasus asma dan penyakit paru-paru lainnya. Kelembapan yang tinggi juga dapat memicu pertumbuhan jamur dan bakteri yang dapat mempengaruhi kesehatan pernapasan.

Baca juga : Bupati Sumbawa Minta SPPG Penuhi Segala Standar Operasional 

“Perubahan cuaca ini juga berdampak pada penyebaran penyakit menular. Karena Kenaikan suhu dan pola curah hujan yang tidak menentu dapat memperpanjang musim berkembangnya nyamuk yang menjadi vektor penyakit seperti Cikungunya, demam berdarah dan malaria” terangnya.

Sarip Hidayat meminta saat curah hujan tinggi, perhatikan lingkungan sekitar. Jangan sampai ada genangan air yang menjadi sarang nyamuk. Kemudian bersihkan tempat penampungan air karena penampungan air yang kotor menjadi tempat bersarang kuman dan bakteri.

Baca juga : Dukung PAUD HI, Bupati Sumbawa Dorong Gerakan Bersama Untuk Masa Depan Anak

“Adapun cara antisipasi atau pencegahan yang perlu dilakukan masyarakat yakni Konsumsi vitamin, pastikan selalu higienis, kenakan pakaian yang tebal dan hangat, jaga asupan makanan dan siapkan perbekalan hujan seperti payung, jas hujan hingga sepatu boat” tambahnya.

Untuk mengurangi risiko dari perubahan cuaca pada kesehatan, penting untuk menjaga gaya hidup sehat dan mengikuti panduan pemerintah tentang cuaca ekstrem. “Pastikan untuk tetap terhidrasi saat cuaca panas berpakaian hangat saat cuaca dingin dan hindari aktivitas luar ruangan saat indeks polusi udara tinggi” tutupnya. (SN/01)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *