Sumbawa, SelarasNews.id – Kabupaten Sumbawa setiap tahunnya selalu terdampak krisis air bersih. Sebagai upaya mengatasi hal itu, Dinas PUPR setempat membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Program ini melayani sebanyak 1.821 rumah di 15 Desa.
Pembangunan sarana prasarana SPAM di Kabupaten Sumbawa tahun 2025 senilai 12,8 Miliar Rupiah yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pekerjaan Umm Republik Indonesia.
Baca juga : Pastikan Harga Beras Sesuai HET, Bapanas RI dan Satgas Pangan NTB Pantau Harga Beras di Sumbawa
Pembangunan ini merupakan salah satu komitmen pemerintah untuk mensejahterakan masyarakatnya dengan mempermudah akses air bersih, ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) Kabupaten Sumbawa, Muhammad Sofyan yang ditemui media ini belum lama ini.

Ia mengatakan pekerjaan fisik SPAM di Sumbawa yang dimulai awal Mei lalu rata-rata sudah mencapai di atas 70 persen untuk tahap I dan II.
“Pekerjaan ini dilakukan secara swakelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), dengan kontrak sejak akhir Maret hingga Desember 2025, mengacu pada Rencana Kerja Masyarakat (RKM),” terangnya.
Baca juga : Krisis Air Bersih Masih Terjadi di Sumbawa dan Melanda Belasan Desa
Selain itu, program tersebut sekaligus mendukung upaya percepatan penurunan stunting. SPAM tahun 2025 ditargetkan melayani 1.821 sambungan rumah di 15 desa yakni Desa Sepukur, Kelungkung, Batu t
Tering, Brang Rea, Dete, Empang Atas, Hijrah, Maronge, Pelat, Pungkit, Sabedo, Sempe, Simu, Tatede dan Desa Emang Lestari.

“Dalam pelaksanaannya, setiap KSM didampingi Tim Fasilitator Lapangan (TFL) untuk memastikan aspek teknis dan administrasi berjalan sesuai aturan,” tambahnya.
Muhammad Sofyan berharap Program ini tidak hanya meningkatkan akses air bersih yang berkualitas, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam upaya menurunkan angka stunting serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Sumbawa. (SN/01)

