Quick Wins Jadi Langkah Strategis Turunkan Stunting di Kabupaten Sumbawa 

Quick Wins Jadi Langkah Strategis Turunkan Stunting di Kabupaten Sumbawa 

Sumbawa, SelarasNews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa terus berupaya menurunkan angka stunting, salah satunya dengan menerapkan program unggulan quick wins penurunan stunting.

Quick wins merupakan program strategis nasional dari Pemerintah Pusat untuk menekan angka stunting secara cepat, terintegrasi dan terukur.

Baca juga : Atasi Krisis Air Bersih, PUPR Sumbawa Bangun 15 SPAM Untuk Wilayah Terdampak

Di Kabupaten Sumbawa, program ini terdiri dari Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), Gati (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), Sidaya (Lansia Berdaya) dan Super Apps Keluarga Indonesia yang merupakan Aplikasi AI yang akan mampu menjadi rujukan seluruh pertanyaan masyarakat tentang kependudukan dan pembangunan keluarga dan memuat data yang lengkap.

Kepala DP2KBP3A Kabupaten Sumbawa, Junaedi, S. Si., M. Si., A. Pt.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Sumbawa, Junaedi, S. Si., M. Si., A. Pt., yang ditemui media ini belum lama ini mengatakan program ini sejalan dengan visi Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot dan Wakil Bupati Sumbawa, Mohamad Ansori, yakni maju, mandiri dan berkeadilan.

“Quick wins bukan sekadar seremoni, tapi langkah nyata untuk atasi gizi buruk, akses layanan terbatas dan ketimpangan ekonomi yang membebani anak, ibu dan lansia,” jelasnya.

Baca juga : Tekan Angka Stunting, TPPS Gelar Rapat Monitoring Triwulan I

Ia menambahkan program ini harus digerakkan bersama semua pihak. Dengan pengukuran capaian yang jelas bukan hanya memahami definisinya.

“Kita saat ini berada pada Zona Kuning Stunting karena berada di angka 29,8 persen, berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI),” tambanya.

Penurunan stunting tidak cukup hanya dari aspek gizi dan harus dimulai dari 1.000 hari pertama kehidupan. Sehingga quick wins ini menjadi solusi cepat dan kolaboratif yang butuh dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Dengan implementasi serius lima program ini, Kita menargetkan prevalensi stunting bisa di bawah 20 persen pada akhir 2025,” tutupnya. (SN/01)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *