Sumbawa, SelarasNews.id – Angka stunting di Kabupaten Sumbawa sekitar 29,8 persen dan lebih tinggi dari target nasional tahun 2025 sekitar 14 persen. Guna menekan angka tersebut diperlukan kolaborasi dan kerjasama semua pihak.
Kepala Dinas pengendalian penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Sumbawa, Junaedi, yang ditemui media ini di UPT KB Kecamatan Sumbawa belum lama ini mengatakan Pemerintah Pusat menargetkan penurunan prevalensi stunting sebesar 14 persen secara nasional pada tahun 2024 ini. Sementara di Kabupaten Sumbawa angka stunting masih cukup tinggi yakni berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia sekitar 29,8 persen. Sementara berdasarkan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berdasarkan Masyarakat (e-PPGBM) sebesar 8,67 persen.
Baca juga : Quick Wins Jadi Langkah Strategis Turunkan Stunting di Kabupaten Sumbawa
“Dari dua data itu yang menjadi acuan adalah hasil Survei Kesehatan Indonesia yang sebesar 29,8 persen sehingga untuk menekan angka stunting ini diperlukan kolaborasi dan kerjasama dari semua sektor baik itu pemerintah maupun swasta,” ungkapnya.

Ia menambahkan upaya percepatan penurunan stunting memerlukan keterlibatan dari semua pemangku pihak, guna mengoptimalisasi langkah-langkah pencegahan maupun penanganan stunting pada masyarakat.
“Stunting ini harus ditangani secara serius karena berdampak permanen bagi penderita. Karena itu, langkah-langkah pencegahan sedini mungkin harus kita lakukan semaksimal mungkin,” terangnya.
Baca juga : 14.694 Penerima Bantuan JKN Terafiliasi Judol, Pinjol dan Benjol Dinonaktifkan
Menurutnya upaya ini tidak hanya dilakukan pada ibu-ibu melainkan remaja juga sebagai bekal mereka ketika dewasa nanti.
“Permasalahan stunting ini tidak hanya menjadi perhatian pemerintah namun pelibatan pihak swasta melalui program-program CSR dalam upaya perbaikan gizi buruk, pembangunan posyandu ataupun sanitasi lingkungan perlu dilakukan,” jelasnya.

Junaedi berharap adanya kerjasama dari semua pihak termasuk swasta guna mempercepat penurunan stunting di kabupaten sumbawa sehingga dapat lebih rendah dari target nasional.
“Dalam hal ini masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan untuk menanam sayur dan semacamnya guna mempermudah pemenuhan gizi seimbang sehingga generasi muda jauh dari stunting,” tutupnya. (SN/01)

