Sumbawa, SelarasNews.id – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, membuka Rapat Koordinasi penataan kawasan kota pusaka dan titik nol, pada acara tersebut turun hadir,Wakil Ketua 3 DPRD Sumbawa, Kepala Bappeda Sumbawa, OPD terkait, Majelis Adat Kesultanan, LATS, dan tokoh Masyarakat, acara bertempat di Lantai 1 kantor Bupati Sumbawa, pada Kamis (11/12).
Dalam sambutannya Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, menyampaikan Sumbawa memiliki potensi besar sebagai kota pusaka, dan ingin mengikuti jejak Jogja yang sukses menjadi kota pusaka.
Baca juga : 15 Desa Nyatakan Siap, Sumbawa Percepat Pembangunan Koperasi Merah Putih
“Saya mengajak semua pihak, termasuk swasta, aktivis, dan budayawan, untuk berpartisipasi dalam penataan kota, dengan contoh sederhana seperti mempercantik rumah dan jalan dengan lampu hias.”Mari kita mulai dari rumah masing-masing, membenahi lingkungan, agar Sumbawa menjadi indah dan disukai wisatawan,” ujarnya.

Jarot–sapaan akrab Bupati Sumbawa juga memaparkan sejumlah proyek strategis, seperti pembangunan bypass di Kerekeh, industri unggas terintegrasi, produksi garam nasional, dan transmigrasi industri hilirisasi.
“Selain itu, pengembangan Kawasan Samota (Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Gunung Tambora) akan dikembangkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus, mirip Labuan Bajo dan Mandalika, untuk meningkatkan ekonomi lokal, Gerakan Sumbawa Hijau Lestari dan Bersih jadi prioritas,” sambung Jarot.
Baca juga : Dedi Heriwibowo: Cegah dan Turunkan Stunting Harus Dengan Kolaborasi Semua Sektor
Pada kesempatan tersebut Jarot juga mengapresiasi H. Badrul Munir yang menginisiasi acara ini, dan berharap kolaborasi semua pihak bisa menjadikan Sumbawa pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Sumbawa.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedi Heriwibowo, S.Si, M.Si. menyampaikan, tujuan diadakan rapat koordinasi penataan Kota Pusaka dan Titik Nol ini adalah kabupaten Sumbawa akan menjadi tuan rumah pertemuan rapat kerja nasional kota pusaka se-Indonesia sesuai dengan komitmen Bupati Sumbawa ketika rapat nasional kota pusaka tahun 2025 di yogyakarta.

“Pertemuan ini adalah ketiga kalinya, dengan tujuan mengumpulkan data dan merancang konsep penataan kota yang lebih baik dan mendengarkan desain utuh dari arsitek profesional, lalu kita diskusikan dan realisasikan,” ujar Dedi.
Sumbawa, sebagai satu-satunya kota pusaka di NTB, ingin meningkatkan daya tariknya agar tidak kalah dengan kota-kota pusaka lain di Indonesia.
Baca juga : Diduga Salah Sasaran, Pelajar SMK Plampang Dibacok di Jalan Lintas Sumbawa-Bima
Rapat ini diharapkan menghasilkan konsep penataan yang jelas, menjaga nilai sejarah dan budaya, serta meningkatkan potensi pariwisata Sumbawa. (SN/01)

