Kerap Dilanda Bencana, Sumbawa Siapkan Berbagai Mekanisme Hadapi Bencana

Kerap Dilanda Bencana, Sumbawa Siapkan Berbagai Mekanisme Hadapi Bencana

Sumbawa, SelarasNews.id – Kesiapsiagaan bencana merupakan serangkaian tindakan yang diambil sebelum terjadinya bencana untuk mengurangi risiko, meminimalkan dampak dan memastikan respons yang efektif.

Kabupaten sumbawa sering kali ditimpa bencana alam mulai gempa bumi, banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga kekeringan dan krisis air bersih. Sebagai langkah penanggulangan bencana pemerintah daerah menyediakan berbagai mekanisme.

Baca juga : Sumbawa Masih Nihil, Vaksinasi Rubella Jadi Langkah Efektif Cegah Campak

“Mengingat Kabupaten Sumbawa adalah daerah rawan bencana seperti gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga kekeringan dan krisis air bersih, sehingga langkah kesiapsiagaan bencana menjadi sangat penting untuk melindungi nyawa maupun harta benda,” ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Budi Prasetiyo.

Ia mengatakan untuk mengurangi risiko bencana harus memahami potensi ancaman dan mengambil langkah-langkah pencegahan, sehingga masyarakat dapat mengurangi risiko terjadinya kerugian dan kerusakan.

Baca juga : Hadapi Musim Kemarau, Masyarakat Sumbawa Diminta Bijak Gunakan Air Bersih

“Adanya persiapan yang baik dapat meminimalkan dampak bencana terhadap masyarakat, infrastruktur dan perekonomian,” jelasnya Budi — Sapaan akrab Sekda Kabupaten Sumbawa saat ditemui media ini di ruang kerjanya pada Senin, (27/04).

Menurut Budi, Kesiapan yang baik memastikan bahwa respons terhadap bencana dapat dilakukan dengan cepat dan efektif serta mengurangi jumlah korban jiwa dan kerugian material.

Baca juga : DPC PDI Perjuangan Sumbawa Desak Penanganan Serius Kasus Bullying SDN Sebeok

“Masyarakat yang siap menghadapi bencana memiliki ketahanan yang lebih baik dan dapat pulih lebih cepat setelah bencana terjadi,” sambung Budi.

Ia menekankan setiap daerah memiliki potensi bencana yang berbeda-beda. Sehingga identifikasi risiko dan pemetaan bahaya sangat penting untuk mengetahui jenis bencana yang mungkin terjadi dan wilayah mana yang paling rentan.

Baca juga : Ratusan Calon Mahasiswa Gelombang Pertama Politeknik AMA Jalani Tes Masuk

“Informasi itu, dapat digunakan untuk merencanakan tindakan pencegahan dan respons yang tepat. Selain itu, masyarakat perlu diberikan penyuluhan dan pendidikan mengenai kesiapsiagaan bencana. Adanya informasi tentang tanda-tanda awal bencana, cara evakuasi dan langkah-langkah perlindungan diri sangat membantu masyarakat,” terang Budi.

Budi Prasetiyo mengungkapkan setiap keluarga dan komunitas bisa memiliki rencana tanggap darurat yang jelas seperti rencana jalur evakuasi, tempat berkumpul dan cara berkomunikasi saat bencana terjadi.

Baca juga : Empat Jaringan Narkoba di Seketeng Digulung, Polisi Sita Sabu 29,56 Gram dan 85 Butir Ekstasi

“Kemudian dengan sistem peringatan dini yang efektif dapat memberikan waktu yang cukup bagi masyarakat untuk melakukan evakuasi dan mengambil langkah-langkah perlindungan,” tutup Budi.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *