Sumbawa, SelarasNews.id -Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) mampu hidupkan kembali tradisi dan budaya masyarakat Sumbawa ditengah perkembangan teknologi saat ini. Festival itu juga membuka ruang bagi siswa untuk belajar dan mengekpresikan tradisi dan budaya yang ada.
Ratusan siswa SD dan SMP di Kabupaten Sumbawa berpartisipasi dalam FTBI Adu Kerik 2 di UPT Museum Daerah Kabupaten Sumbawa pada 15 hingga 18 Oktober 2026.
Para siswa ini mengikuti beragam mata lomba meliputi batuter, sakeco, badede, pidato, balawas, baca puisi, basaketir dan lainnya.
Baca juga : Kenalkan Sekolah Melalui Open House, Siswa SRD 5 Sumbawa Pamerkan Prestasi dan Potensi
Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan, mengatakan kegiatan FTBI itu bertujuan untuk lebih mendekatkan museum publik dengan membangun dan menyediakan akses seluas-luasnya pelaksanaan aktifitas kebudayaan di daerah.

“Selain itu juga untuk menanamkan kecintaan anak-anak terhadap warisan luhur kebudayaan daerah, sekaligus penopang pemajuan kebudayaan nasional. Karena itu, kami mengajak semua pihak untuk menjadikan acara ini sebagai wadah mempererat tali persaudaraan, berbagi pengetahuan dan mengapresiasi keberagaman budaya,” ungkapnya.
Ia juga berharap melalui kegiatan itu, para siswa dapat melihat dan merasakan bagaimana para seniman dan pengrajin lokal menggambarkan nilai-nilai budaya dalam karya-karya mereka.
“Dengan cara itu pula kami dapat mengapresiasi keragaman seni dan keterampilan yang ada di Kabupaten Sumbawa,” jelasnya.
Budi Sastrawan berharap FTBI Kerik 2 ini tidak hanya menjadi momen yang membangun semangat positif dan memberikan motivasi untuk terus berkontribusi dalam melestarikan dan mengembangkan kekayaan budaya dan bahasa ibu tetapi menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari karena tidak ada budaya yang mengajarkan sesuatu hal yang kurang baik. (SN/PKL-02)

