Sumbawa, SelarasNews.id – Upaya pencegahan dan penurunan stunting di Nusa Tenggara Barat terus dilakukan dan lebih dimaksimalkan dengan berbagai intervensi kebijakan. Hal ini diharapkan mampu mencapai target penurunan stunting sebesar 21,7 persen.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting NTB cukup tinggi, pada tahun 2024 SSGI menunjukkan prevalensi stunting sebesar 29,8 persen meningkat 5,2 persen dibandingkan hasil SKI 2023. Karena itu target penurunan provinsi Nusa Tenggara Barat tahun ini sebesar 21,7 persen.
Baca juga : Tekan Stunting Perlu Upaya Terpadu Dari Semua Pihak
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Indah Dhamayanti Putri, yang diwawancarai media ini usai kegiatan pembagian bantuan sembako untuk lansia dan keluarga potensi stunting di Puskesmas Unit II Sumbawa, pada Jumat, (31/10) mengatakan Anak stunting mengalami gangguan pertumbuhan otak yang menyebabkan kemampuan kognitif, belajar, dan konsentrasi menurun.

“Akibatnya, prestasi akademik anak lebih rendah dan saat dewasa berpotensi memiliki produktivitas kerja yang lebih rendah,” tambahnya.
Jika prevalensi stunting tetap tinggi, maka Nusa tenggara Barat akan kesulitan mencetak generasi unggul dan inovatif yang dibutuhkan untuk menuju Generasi Emas 2045.
Baca juga : Stunting Terjadi Bukan Hanya Karena Kurang Gizi
“Selain itu, anak yang stunting memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kronis saat dewasa, seperti diabetes dan hipertensi. Kondisi ini meningkatkan beban biaya kesehatan keluarga dan daerah,” ungkapnya.
Stunting berkorelasi dengan kemiskinan antargenerasi, keluarga miskin lebih rentan memiliki anak stunting dan anak stunting cenderung memiliki masa depan ekonomi lebih sulit.

“Stunting ini dipengaruhi berbagai faktor seperti akses pangan bergizi yang belum merata, terutama di daerah kepulauan dan terpencil. Selain itu pola asuh dan pengetahuan gizi ibu yang masih perlu ditingkatkan, sanitasi dan air bersih serta akses layanan kesehatan termasuk posyandu dan puskesmas,” terangnya.
Salah satu program penanganan stunting yakni program Quick wins. Program Quick Wins Stunting menjadi salah satu langkah strategis pemerintah, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam mempercepat penurunan prevalensi stunting terutama sebagai bagian dari implementasi aksi konvergensi percepatan penurunan stunting di daerah.
Baca juga : Quick Wins Jadi Langkah Strategis Turunkan Stunting di Kabupaten Sumbawa
“Selain itu, program penanganan stunting dalam mewujudkan Desa Berdaya di Nusa Tenggara Barat saling berkaitan erat. Karena sama-sama berfokus pada pemberdayaan masyarakat desa agar mampu meningkatkan kualitas hidup secara mandiri, terutama dalam bidang kesehatan, gizi dan kesejahteraan keluarga,” jelasnya.
Penurunan stunting ini menjadi pilar utama keberhasilan Desa Berdaya sehingga program penanganan stunting diintegrasikan ke dalam berbagai aspek pemberdayaan desa.

“Desa Berdaya menjadi basis utama pembangunan SDM Nusa Tenggara Barat agar dapat menghasilkan anak-anak sehat, cerdas dan produktif sehingga mampu mewujudkan Nusa Tenggara Barat Mendunia dan menyumbang generasi unggul bagi Indonesia 2045,” tutupnya. (SN/01)

