Sumbawa, SelarasNews.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor pangan dan kesehatan masyarakat veteriner. Hal tersebut dibuktikan dengan penyelenggaraan Pelatihan Juru Sembelih Hewan (Juleha) Tahun 2025, yang secara resmi dibuka oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP., bertempat di Aula Hotel Transit Sumbawa.
Pelatihan ini diikuti oleh 12 peserta yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sumbawa. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan peserta agar mampu melakukan penyembelihan hewan yang memenuhi standar halal, kebersihan, dan kesehatan masyarakat veteriner.
Baca juga : Buka Business Talk, Bupati Sumbawa Soroti Pentingnya Digitalisasi dan Bisnis Berkelanjutan Hadapi 2025
Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, menegaskan bahwa peningkatan pengetahuan dan keterampilan juru sembelih menjadi salah satu aspek penting dalam menjamin kualitas daging yang dikonsumsi masyarakat.

“Penyembelihan yang tidak sesuai standar dapat berdampak pada kualitas daging, keamanan pangan, dan bahkan pada aspek keagamaan terkait kehalalan produk,” ujarnya.
Kegiatan ini sangat strategis karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Dengan semakin meningkatnya kesadaran dan permintaan akan produk halal, maka juru sembelih yang kompeten adalah kebutuhan yang tidak bisa ditawar.
Baca juga : Berantas Kemiskinan di Sumbawa, Wabup Sumbawa Buka Rakor Penanggulangan Kemiskinan
“Pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan seperti ini sebagai upaya meningkatkan SDM dan menjamin kualitas pangan di Kabupaten Sumbawa,” tambahnya.
Pelatihan ini tidak hanya menekankan aspek teknis penyembelihan, tetapi juga mencakup pemahaman mengenai adab penyembelihan menurut syariat Islam, kebersihan alat, kesejahteraan hewan (animal welfare), serta standar-standar penting lainnya.

Dalam pelatihan itu, peserta juga akan mendapatkan praktik langsung untuk memastikan mereka mampu menerapkan teori yang diberikan secara tepat di lapangan.
“Dengan dilaksanakannya pelatihan ini, diharapkan Kabupaten Sumbawa dapat memiliki lebih banyak juru sembelih yang terlatih, berkualitas, serta mampu menjadi penggerak dalam peningkatan keamanan pangan di wilayah masing-masing,” tutup Bupati Sumbawa.
Baca juga : 15 Desa Nyatakan Siap, Sumbawa Percepat Pembangunan Koperasi Merah Putih
Selanjutnya, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa yang juga Ketua Panitia Pelaksana, Adi Nusantara, S.Sos.MT, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Pelatihan Juru Sembelih Hewan Tahun 2025 ini merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang peternakan dan kesehatan hewan.
“Kegiatan ini diikuti oleh 12 peserta, dengan latar belakang yang beragam yang tentunya bergerak dalam distribusi daging,” sambungnya.

Pelatihan yang dilaksanakan pada pada tanggal 11 sampai dengan 13 Desember 2025 ini. ” Kegiatan ini dirancang dalam dua bentuk, yaitu pemaparan materi dan praktik lapangan,” tambahnya.
Materi yang diberikan meliputi standar halal, teknik penyembelihan yang benar, higienitas peralatan, dan penanganan hewan sebelum dan sesudah disembelih. Sementara untuk praktik lapangan, peserta akan mendapatkan bimbingan langsung dari instruktur berpengalaman sehingga mampu menerapkan metode penyembelihan secara benar, efektif, dan sesuai syariat.
Baca juga : Cegah Abrasi dan Bencana Vegetasi Lainnya, Forum PRB Sumbawa dan MDMC Menanam 2.000 Bibit Mangrove
Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa pelatihan ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi para peserta, terutama dalam meningkatkan kualitas penyembelihan hewan di komunitas masing-masing.
“Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal untuk menciptakan sistem penyembelihan yang lebih higienis, profesional, dan memenuhi standar halal di Kabupaten Sumbawa,” jelasnya.

Untuk itu, Ia mengajak seluruh peserta agar mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, menjaga kedisiplinan, serta mengoptimalkan setiap sesi yang diberikan. Dengan demikian, tujuan pelatihan dapat tercapai dan hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (SN/01)

