Lalu Suharmaji : Revitalisasi Drainase Perkotaan, Perlu Dana Sekitar 7 Miliar Rupiah

Lalu Suharmaji : Revitalisasi Drainase Perkotaan, Perlu Dana Sekitar 7 Miliar Rupiah

Sumbawa, SelarasNews.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa membutuhkan anggaran yang cukup besar untuk merevitalisasi drainase yang ada di wilayah perkotaan. Penanganan ini perlu dilakukan, mengingat kondisi drainase yang tidak maksimal mengakibatkan terjadinya genangan air di jalan saat turun hujan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sumbawa Lalu Suharmaji Kertawijaya menyebutkan, pemerintah daerah secara rutin melakukan penanganan terhadap drainase yang ada di dalam kota.

Baca juga : Polres Sumbawa Sambut Kunjungan Belajar Siswa Yayasan Al Muhajrin Samawa

“Namun harus bisa kita lihat drainase ada tiga kewenangan, yakni yang ada di jalan kabupaten itu pemda, jalan negara oleh Balai Jalan, untuk jalan provinsi itu Balai Jalan Provinsi. Terkait penanganan, memang kemarin hujan cukup deras, dan ini masuk di triwulan ke 2,” jelasnya.

Terkait opsi revitalisasi lanjutnya, pemerintah daerah telah menyiapkan desiannya. Mengembalikan fungsi jaringan yang ada di Kokar Dano, Jaringan Kampung Jawa dan SMKK.

Baca juga : Tertangkap Basah, Terduga Pelaku Pencurian Komponen Motor di Kerato Diamankan Polisi

“Revitalisasi kita sudah ada desain. Kita fungsikan jaringan yang ada di kokar dano. Jaringan kampung Jawa dan SMKK. Itu harus dibuat saluran besar U-Ditch dari samping kantor bupati keluar di jaringan kita yang ada di depan SMA 1,” terangnya.

Menurutnya, untuk melakukan revitalisasi akan membutuhkan anggaran yang cukup besar sekitar Rp 6 miliar sampai dengan 7 miliar. “Kebutuhan anggaran kita bisa 6 – 7 miliar kerena harus pake U-Ditch dan sebagainya,” ujarnya.

Baca juga : BNPB Siapkan Huntara Bagi Puluhan Korban Kebakaran di Desa Kalimango Sumbawa

Untuk sementara sambungnya, pemerintah daerah akan melakukan pengerukan terhadap sedimentasi di saluran drainase yang menjadi titik genangan.

“Kita sudah ada pembuangan sebenarnya di jalan Bungur Taman Sabalong. Tetapi disitu terjadi sedimentasi yang cukup tinggi. Salah satu upaya yang kita lakukan dimana tempat drainase kurang atau sedimen harus dilakukan pengerukan,” pungkasnya. (SN/01)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *