Sumbawa, SelarasNews.id – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., secara resmi melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan Pejabat Pengawas, Pejabat Fungsional, dan Kepala UPT Puskesmas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Kegiatan ini berlangsung di Aula H. Madelaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, pada Jumat, (21/08) lalu.
Turut hadir Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sumbawa, Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa, unsur FORKOPIMDA, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, para Kepala Perangkat Daerah, serta tamu undangan dan pihak terkait lainnya.
Baca juga : Kesehatan Jiwa Jadi Perhatian, Bupati Sumbawa Dorong Penanganan Terpadu dan Rumah Singgah ODGJ
Bupati Sumbawa menyampaikan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial kepegawaian semata, melainkan merupakan bentuk kepercayaan dan tanggung jawab yang harus diemban oleh setiap pejabat. Momentum pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal untuk menghadirkan energi dan semangat baru serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Bupati Sumbawa juga mengingatkan bahwa sumpah dan janji jabatan yang telah diucapkan bukan sekadar bagian dari prosesi pelantikan, tetapi merupakan komitmen moral dan tanggung jawab yang harus senantiasa dijaga dalam menjalankan amanah.
Dari 17 Kepala UPT Puskesmas yang dilantik, sejumlah pejabat mendapat penugasan baru, di antaranya Diah Rosanty, S.Kep.Ns., M.Kep., Ns.Sp.Kep.Kom. sebagai Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Moyo Utara, Ns. Dedi Zulkarnain, S.Kep., M.M.Inov. sebagai Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Lape, serta Edi Yulianto, S.KM. sebagai Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Labangka.
Baca juga : Hadiri Festival Nimung Rame, Bupati Sumbawa Dorong Generasi Muda Lestarikan Budaya dan Tradisi Sumbawa
Selain Kepala Puskesmas, pelantikan juga mencakup sejumlah pejabat pengawas dan fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa.
Khusus kepada para Kepala UPT Puskesmas, Bupati Sumbawa menekankan pentingnya peran puskesmas sebagai salah satu ujung tombak pelayanan pemerintah di bidang kesehatan. Dengan 26 puskesmas yang tersebar di Kabupaten Sumbawa, keberadaannya menjadi titik penting bagi masyarakat dalam memperoleh informasi kesehatan, pemeriksaan, hingga pelayanan dan perawatan kesehatan, ujarnya.

Menurut Bupati Sumbawa puskesmas tidak boleh hanya menunggu masyarakat datang untuk berobat, tetapi harus lebih aktif melakukan upaya pencegahan agar masyarakat tetap sehat.
Para Kepala UPT Puskesmas juga diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi administratif di dalam gedung, tetapi turun langsung ke lapangan untuk mengenali kondisi masyarakat, kelompok masyarakat, serta berbagai keluhan kesehatan yang dihadapi. Selain itu, Bupati meminta agar pemeriksaan kesehatan gratis terus didorong sebagai bagian dari upaya deteksi dan pencegahan penyakit sejak dini.
Baca juga : KONI Sumbawa Akan Ambil Langkah Tegas, Ketika Musorprov KONI NTB Dikondisikan Tanpa Pemilihan Ketua Umum
“Ukuran kesuksesan puskesmas bukan seberapa banyak pasien yang dilayani, tetapi berapa banyak masalah kesehatan yang berhasil dicegah sebelum menjadi masalah yang lebih besar,” tegasnya.
Bupati Sumbawa juga menekankan pentingnya tata kelola administrasi yang tertib dan baik. “Kualitas pelayanan kepada masyarakat harus didukung oleh tata kelola internal yang baik sehingga tidak terjadi ketidaksesuaian antara pelayanan yang diberikan dengan pengelolaan administrasi di belakangnya,” tambahnya.

Sementara kepada para Pejabat Fungsional, Bupati berpesan agar terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme sesuai bidang tugas masing-masing. Ia menekankan bahwa proses belajar dan pengembangan kapasitas harus terus dilakukan meskipun telah menduduki jabatan.
Bupati Sumbawa juga mengingatkan seluruh pejabat agar terbuka terhadap keluhan dan masukan masyarakat. “Keluhan masyarakat merupakan bagian penting dari evaluasi untuk mengetahui aspek pelayanan yang masih perlu diperbaiki. Pemerintah tidak cukup hanya aktif dalam berbagai pertemuan dan rapat, tetapi harus mampu hadir ketika masyarakat membutuhkan pelayanan dan bantuan,” Ungkapnya.
Lebih lanjut, Bupati Sumbawa menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilakukan oleh kepala daerah seorang diri. “Diperlukan koordinasi dan kolaborasi dari seluruh unsur pemerintahan serta berbagai pihak agar pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal,” tutupnya.
Sebanyak 41 pejabat dilantik dalam kegiatan ini. Jumlah itu terdiri atas 3 Pejabat Pengawas, 21 Pejabat Fungsional, dan 17 Kepala UPT Puskesmas. (SN/01)


Pingback: Resmikan Toko Basamula di Pasar Seketeng, Wagub NTB Harapkan Jadi Barometer Pengendali Inflasi - Selaras News