Raih Gelar Magister Agribisnis, Bayu Atikah Dewi Ingin Sejahterakan Petani Lewat Penyuluhan Gizi

Raih Gelar Magister Agribisnis, Bayu Atikah Dewi Ingin Sejahterakan Petani Lewat Penyuluhan Gizi

Sumbawa, SelarasNews.id – Kisah inspiratif lahir dari panggung wisuda Universitas Samawa (UNSA) periode ini.

Bayu Atikah Dewi, (53) tenaga kesehatan yang sudah 30 tahun mengabdi sebagai Bidan di Puskesmas, resmi menyandang gelar Magister Agribisnis (M.Si).

Keputusannya mengambil jurusan lintas disiplin sempat bikin rekan sejawatnya heran. Tapi bagi Bayu, kesehatan dan pertanian adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan.

Baca juga : Abdul Rafiq Apresiasi Rencana Bupati Sumbawa Bangun Pasar Induk dan Revitalisasi Terminal Sumer Payung

“Profesi kebidanan merawat kehidupan di hilir, sementara agribisnis memastikan daya dukung nutrisi di hulu.  Mengombinasikan keduanya adalah langkah strategis untuk menciptakan intervensi kesehatan masyarakat yang berkelanjutan,” ujarnya.

Dari Isu Stunting ke Ketahanan Pangan

Gelisah melihat tingginya angka stunting di wilayah tugasnya jadi titik awal Bayu kembali melanjutkan kuliah.

Meski rutin memberi suplemen, ia sadar akar masalahnya bukan hanya kesehatan, tapi juga akses dan daya beli pangan bergizi.

“Sebagian besar warga di desa saya petani, tapi kenapa anak-anaknya justru kekurangan gizi? Dari situ saya sadar, masalah ini harus diselesaikan dari hulunya: manajemen agribisnis dan ketahanan pangan keluarga,” Ujar dia dengan senyum khasnya usai yudisium.

Baca juga : Buka Forum Satu Daerah, Sekda Sumbawa Ingatkan Satu Data Jadi Landasan Utama Kebijakan Daerah

Bagi Waktu Antara Puskesmas dan Kuliah

Meraih S2 sambil bertugas 24 jam sebagai bidan jelas bukan hal mudah.

Wanita berparas ayu ini punya trik sendiri: membawa laptop dan jurnal ilmiah ke Puskesmas Pembantu. Ia belajar di sela-sela jaga dan menunggu pasien, baginya tidak boleh ada waktu terbuang sia sia.

Tesisnya mengangkat tema Strategi Pengembangan Pangan Lokal Berbasis Kelor untuk Kemandirian Gizi Balita.

Dalam penelitiannya, ia memetakan bagaimana kelompok tani perempuan bisa memproduksi suplemen kelor secara ekonomis, sekaligus membuka peluang pasar baru.

Rencana Pasca Wisuda: Posyandu Terintegrasi

Lulus S2 bukan berarti Bayu AD akan meninggalkan dunia kebidanan. Justru sebaliknya.

Ia berencana mengaplikasikan ilmu agribisnisnya lewat program Posyandu terintegrasi.

“Gelar ini akan saya gunakan untuk mengedukasi masyarakat agar bisa mengelola pekarangan jadi sumber pangan bergizi tinggi yang punya nilai ekonomi.

Baca juga : UKW dan OKK PWI NTB Diikuti 120 Peserta, Wartawan Didorong Utamakan Ketelitian dan Kebenaran

Kalau ekonomi petani kuat, status gizi keluarga pasti ikut meningkat,” ujarnya optimis kepada Media ini pada Jumat, (11/09).

Kisah Bayu Atikah Dewi membuktikan bahwa sekat antar disiplin ilmu bisa dijembatani. Ketika kesehatan bertemu pertanian, dampaknya langsung terasa di meja makan keluarga desa, Tutup wanita kelahiran Sumbawa Besar itu. (SN/01)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *