Sumbawa, SelarasNews.id – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., membuka secara resmi acara Focus Group Discussion (FGD), Program Agroforestri Pangan dan Energi Perhutanan Sosial (FAPE-PS). Hadir juga Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, serta OPD dan Pihak Terkait, di Ruang Rapat Hotel Transit Sumbawa, pada Kamis, (09/04).
Pada kesempatan itu, Bupati Sumbawa menyampaikan, kegiatan ini menjadi penting sebagai wadah awal dalam menyatukan dan sinkronisasi kebijakan Pemerintah Daerah, Provinsi hingga Pusat, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengelolaan Perhutanan secara berkelanjutan.
Baca juga : Gerebek Pesta Sabu di Kos-kosan, Polsek Labuhan Badas Amankan Dua Pemuda dan Sejumlah Barang Bukti
“Mulai dari Apa yang menjadi kebijakan pemerintah Kabupaten Sumbawa, seperti pencegahan ilegal logging hingga penanaman kembali melalui program Sumbawa Hijau Lestari,” ujarnya.

Kebijakan-kebijakan tersebut perlu penguatan dan kolaborasi serta kontribusi dari berbagai pihak untuk terus memastikan seluruh kebijakan ini semakin sukses, dan juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup.
“Ini diharapkan akan menjadikan Kabupaten Sumbawa sebagai role model terutama dalam sinkronisasi program Agroforestri,” jelasnya.
Baca juga : Hadapi Musim Kemarau, BPBD Sumbawa Pastikan Kesiapan Personil dan Armada
Selain melalui program-program tersebut, Bupati Sumbawa terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga bumi Sumbawa. “Hal ini kami tunjukkan dengan mengeluarkan Surat Edaran yang melarang keras penanaman jagung di Kawasan Hutan, Perhutanan Sosial, dan Tanah Negara,” sambungnya.
Bupati Sumbawa menekankan kejadian banjir saat musim hujan dan kekeringan saat musim kemarau mengingatkan akan dampak buruk yang terjadi akibat penggundulan hutan, mulai dari sedimentasi, hingga pengurangan jumlah mata air.

“Jika hutan yang berada di atas bendungan Beringin Sila terus-menerus dibiarkan gundul, maka akan terjadi penumpukan sedimen (sedimentasi) di bendungan”, contohnya.
Lebih lanjut, Bupati Sumbawa mengajak untuk terus bersama-sama dalam kolaborasi program, sehingga sekecil apapun yang dilakukan pasti berhasil dan berkelanjutan.
Baca juga : Sinergi Pasca Banjir, BKTM Desa Sempe dan Warga Kompak Bersihkan Sumbatan Kayu di Jembatan Brang Odong
“Dengan semangat kolaborasi dan komitmen dari berbagai pihak, baik secara nasional, kita mampu menjadi contoh dalam pengelolaan hutan dan lingkungan hidup. Ini merupakan sebuah langkah nyata menuju Sumbawa Unggul, Maju dan Sejahtera,” pungkasnya. (SN/01)

