Sumbawa, SelarasNews.id – Bupati Sumbawa yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Sumbawa, Rachman Ansori, S.Sos,M.Si secara resmi mencanangkan tiga desa di Kecamatan Moyo Hilir sebagai Desa Cinta Statistik atau Desa Cantik Tahun 2026, pada acara tersebut turut Hadir kepala Dinas Kominfotiksandi, Kabag Prokopim, Kepala Bapperida, Kepala Badan pusat Statistik, Kepala DPMD, Camat Moyo Hilir, dan Kepala Desa, bertempat di Gedung Serbaguna Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, pada kamis (23/04).
Dalam sambutannya yang dibacakan Asisten 3, Bupati Sumbawa meyampaikan Program Desa Cantik merupakan langkah strategis untuk membangun budaya kerja berbasis data mulai dari tingkat desa.
“Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang menegaskan bahwa desa bukan lagi objek, melainkan subjek dan penentu keberhasilan pembangunan, termasuk dalam penyediaan data,” sambungnya.

Dilanjutkannya, saat ini semua program, baik dari desa hingga pusat, sudah terkoneksi dalam semangat Satu Data Indonesia. Karena itu, kehadiran Desa Cantik menjadi pemicu agar setiap proposal pembangunan dari bawah didukung data yang valid dan terhubung dalam database nasional.
Ia menekankan bahwa data bukan sekadar angka di atas kertas. Data adalah dasar pengambilan keputusan. Data yang salah bisa melahirkan kebijakan yang salah. Data yang tidak sinkron membuat program tidak tepat sasaran.
Baca juga : Buka Sosialisasi dan Penerapan IKD, Bupati Sumbawa Inginkan ASN Jadi Pelopor IKD
“Selama ini kita sering menemukan data di desa berbeda dengan data di dinas, dan berbeda pula dengan data di BPS. Akibatnya, sering terjadi tumpang tindih program di lapangan. Melalui Desa Cantik dengan pembinaan dari BPS, kita harap data bisa disinkronkan sesuai kebijakan Satu Data Indonesia,” jelasnya.
Menurutnya, peran desa sangat strategis karena data terkecil pasti didapatkan dari desa. Namun tantangan di desa masih ada, mulai dari keterbatasan SDM hingga belum optimalnya pengelolaan data. Karena itu, program ini bukan sekadar seremonial, tetapi ada pembinaan dan peningkatan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan data.

Bupati Sumbawa berharap Desa Poto, Ngeru, dan Moyo Mekar dapat menjadi contoh penyelenggaraan pemerintahan desa berbasis data. Ia juga meminta agar program ini melahirkan perubahan perilaku dari kebiasaan menjadi budaya kerja berbasis data.
“Saya ingin di desa ada kader-kader statistik yang paham mengumpulkan, mengolah, dan menjelaskan data. Aparat desa harus terbiasa membaca data sebelum mengambil keputusan. Kantor desa sebaiknya menampilkan data visual agar mudah dipahami masyarakat,” tegasnya.
Baca juga : Sat Polairud Polres Sumbawa Bersama Warga Gelar Giat ASRI di Kawasan Pesisir Pantai Amanwana
Bupati Sumbawa, mengajak seluruh pihak mensukseskan program ini karena manfaatnya akan kembali ke pemerintah dan masyarakat desa. “Mari kita bangun budaya baru: budaya kerja berbasis data. Tidak lagi berbasis katanya, tidak lagi berbasis kira-kira, tetapi benar-benar berdasarkan data dan fakta,” tutupnya.
Sementara. Itu Kepala BPS Kabupaten Sumbawa, Yudi Wahyudin, S.ST, M.Si, menegaskan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) bukan sekadar pelatihan, tapi gerakan perubahan budaya data dari desa untuk mengubah data jadi alat pembangunan.

Lebih lanjut Ia mengatakan, masalah utama saat ini adalah banyak aplikasi dan sistem data belum optimal, data tidak seragam, tidak terhubung, dan berbeda antar sumber, sehingga keputusan berisiko diambil berdasarkan asumsi.
Sebagai solusi, Pemkab Sumbawa dan BPS sudah teken MoU Sinergi Menuju Sumbawa Satu Data 2024 sebagai pondasi ekosistem data: standar data, SDM paham data, dan sistem terintegrasi. Desa Cantik jadi pintu masuknya, dengan Agen Statistik Desa (ASIK) sebagai garda terdepan penggerak perubahan di desa.
Baca juga : Niat Beristirahat di Rumah Rekan, Seorang Pria Asal Seketeng Ditemukan Meninggal Dunia
Kepala BPS juga menyampaikan untuk agenda penting ke depanya adalah Sensus Ekonomi Mei–Agustus 2026. “Kami meminta dukungan sebar informasi dan partisipasi warga dengan memberi data benar. Targetnya, Desa Cantik Sumbawa raih predikat terbaik di Hari Statistik Nasional 26 September 2026 dan jadi pondasi pembangunan berbasis data akurat,” tutupnya. (SN/01)

