KONI Sumbawa Konsisten Dukung Mori Hanafi, Fokus Maksimalkan Persiapan PON 2028 di NTB

KONI Sumbawa Konsisten Dukung Mori Hanafi, Fokus Maksimalkan Persiapan PON 2028 di NTB

Sumbawa, SelarasNews.id – Pasca pengumuman Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) terkait tahapan bursa calon Ketua Umum KONI Provinsi Nusa Tenggara Barat, KONI Kabupaten Sumbawa menegaskan tetap konsisten mendukung Mori Hanafi untuk kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum KONI Provinsi NTB.

Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., mengatakan dukungan tersebut didasarkan pada pertimbangan pengalaman, kapasitas, serta komitmen Mori Hanafi dalam mendorong kemajuan olahraga NTB. Dukungan ini juga berkaitan dengan kebutuhan menjaga kesinambungan pembinaan prestasi, khususnya menghadapi agenda besar PON 2028 yang akan berlangsung di NTB dan NTT.

Baca juga : Soroti Dugaan Pengeroyokan Siswa, Ketua DPC PDI Perjuangan Sumbawa Minta Pengawasan Anak Diperkuat

“Pasca pengumuman TPP, sikap KONI Sumbawa tetap sama dan konsisten. Kami tetap mendukung Bapak Mori Hanafi untuk kembali memimpin KONI NTB. Menurut kami, kesinambungan kepemimpinan dan program sangat penting, terutama dalam memaksimalkan persiapan menghadapi PON 2028,” ujar Abdul Rafiq.

Menurutnya, persiapan menuju PON 2028 membutuhkan perencanaan yang matang, kesinambungan program pembinaan atlet, peningkatan kualitas pelatih, penguatan kompetisi, serta koordinasi yang solid antara KONI Provinsi dengan KONI Kabupaten/Kota dan seluruh cabang olahraga.

Baca juga : IJTI NTB Gelar Workshop Sinematografi Jurnalistik dan Bakti Sosial di Sembalun

“PON 2028 adalah momentum besar bagi NTB. Kita tidak boleh mempersiapkannya secara mendadak. Pembinaan atlet harus dilakukan sejak sekarang secara terukur dan berkelanjutan, sehingga ketika PON berlangsung, NTB benar-benar siap menjadi tuan rumah sekaligus mampu meraih prestasi maksimal,” katanya.

Abdul Rafiq menambahkan, pengalaman dan kesinambungan kepemimpinan menjadi salah satu pertimbangan penting KONI Sumbawa dalam menentukan dukungan. Namun, ia menegaskan bahwa seluruh proses pemilihan tetap harus berjalan sesuai mekanisme dan aturan organisasi.

Baca juga : Diduga Kepergok Akibat Kehabisan Bensin Saat Bawa Motor Curian, Polisi Amankan Dua Remaja dari Amukan Warga

“Kami menghormati seluruh tahapan yang dilakukan TPP. Perbedaan pandangan dalam sebuah proses organisasi adalah sesuatu yang biasa. Yang paling penting, jangan sampai dinamika pencalonan mengganggu agenda besar olahraga NTB, terutama persiapan menuju PON 2028,” tegasnya.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan olahraga di NTB dapat mengedepankan persatuan, profesionalitas, dan kepentingan pembinaan olahraga. Menurutnya, setelah proses Musorprov selesai, seluruh elemen olahraga harus kembali bersatu untuk bekerja mempersiapkan atlet-atlet NTB menghadapi PON 2028.

Baca juga : Tiga Hari Tak Pulang dari Sawah, Seorang Wanita Paruh Baya di Sumbawa Ditemukan Meninggal Dunia di Persawahan

“Pada akhirnya, yang kita perjuangkan bukan hanya soal siapa yang menjadi Ketua KONI NTB, tetapi bagaimana olahraga NTB semakin maju dan prestasi atlet kita semakin meningkat. Karena itu, persiapan PON 2028 harus menjadi salah satu prioritas utama,” pungkas Abdul Rafiq. (SN/01)

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *