Sumbawa, Selarasw.id – Rumah Sakit Abdul Malik Fadjar (RS AMF) PKU Muhammadiyah Sumbawa menggelar kegiatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) yang dilanjutkan dengan pelatihan pencegahan dan penanggulangan kebakaran bagi seluruh pegawai.
“Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapsiagaan pegawai dalam menghadapi berbagai kondisi darurat di lingkungan rumah sakit,” ujar Direktur RS AMF PKU Muhammadiyah Sumbawa, dr. Selvi melalui Staf Unit Kesekretariatan dan Humas RS AMF PKU Muhammadiyah Sumbawa, Syarifah Yasmin Fahira Alatas, S.Ak melalui media ini usia kegiatan pada Rabu, (02/09).
Baca juga : Seberangi Lautan, Wabup Sumbawa dan Ketua GOW Sumbawa Datangi Korban Kebakaran di Pulau Medang
Menurutnya kegiatan K3RS menjadi salah satu upaya RS AMF PKU Muhammadiyah Sumbawa untuk meningkatkan kesadaran pegawai terhadap pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja. Selain pemberian materi, peserta juga mendapatkan praktik penanggulangan kebakaran sehingga dapat memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat.

“Tujuannya lebih kepada menambah wawasan pegawai. Dari sisi keselamatan kerja, kita harus tetap waspada terhadap berbagai bencana yang mungkin terjadi, terutama kebakaran,” ujarnya.
Kewaspadaan terhadap risiko kebakaran dinilai penting mengingat aktivitas di rumah sakit melibatkan berbagai peralatan elektronik serta kegiatan memasak di unit gizi setiap hari untuk memenuhi kebutuhan pasien.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan melibatkan Tim K3RS AMF PKU Muhammadiyah Sumbawa dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sumbawa. Sementara peserta kegiatan merupakan pegawai RS AMF PKU Muhammadiyah Sumbawa yang nantinya diharapkan mampu menjalankan tugas sesuai dengan tim yang telah dibentuk dalam menghadapi kondisi darurat.
Ia berharap pelatihan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga meningkatkan kemampuan pegawai dalam melakukan tindakan secara tepat ketika terjadi kebakaran.

“Kami berharap seluruh pegawai bisa mempraktikkan apa yang sudah diberikan melalui materi dan praktik. Kegiatan seperti ini juga perlu dilakukan secara rutin karena ilmu dan prosedur penanggulangan keadaan darurat harus terus diingat dan dilatih,” jelasnya.
Selain meningkatkan kesiapsiagaan pegawai, aspek yang menjadi perhatian utama dalam kegiatan tersebut adalah keselamatan pasien. Seluruh pegawai diharapkan memahami prosedur evakuasi, mengetahui denah dan jalur evakuasi, serta mampu melakukan tindakan penyelamatan dengan tetap mengutamakan keselamatan pasien.
Baca juga : Gerak Cepat, Polsek Moyo Hulu Bekuk Terduga Pelaku Pencurian Besi Sasis di Gudang UP3 PLN
Dengan pelaksanaan kegiatan secara rutin, rumah sakit berharap seluruh pegawai dapat menjadi bagian dari sistem kesiapsiagaan bencana dan mampu memberikan respons yang cepat dan tepat apabila terjadi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya di lingkungan rumah sakit. (SN/01)


Pingback: Terus Dipercepat, Dinas PUPT Kabupaten Sumbawa Targetkan Sarana Pendukung SRT Sumbawa Tuntas Tahun Ini - Selaras News