Sumbawa, SelarasNews.id – Data penerima manfaat untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumbawa sebanyak 198.667 orang, data ini termasuk peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, anak kurang gizi dan balita.
Saat ini di Kabupaten Sumbawa realisasi Program (MBG) baru mencapai 33,2 persen atau sekitar 66.000 dari total 198.667 penerima manfaat. Hal ini terjadi karena keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belum merata dan baru ada 22 SPPG yang beroperasi.
Baca juga : Kasus Campak di Sumbawa Masih Nihil, Masyarakat Diminta Tetap Waspada dan Jaga Kebersihan
Saat ini di daerah ini yang beroperasi sekitar 22 SPPG dan melayani 66.000 orang atau sebanyak 33,2 persen. Sementara 132.667 atau 66,8 persen penerima manfaat belum terlayani MBG karena kurangnya SPPG.
Ketua Satgas MBG Kabupaten Sumbawa, Budi Prasetiyo, mengatakan saat ini pihaknya sedang berupaya menuntaskan sasaran Program MBG tuntas pada tahun depan.
“Pembangunan SPPG ini bisa dilakukan Mitra Badan Gizi Nasional (BGN) seperti yayasan, perusahaan atau investor, kemudian BGN akan menyewa selama empat tahun ke depan. Kemudian pengelola dapurnya bukan dari mitra yang membangun tapi bisa dari masyarakat setempat,” ujarnya saat ditemui media ini Senin, (13/04).
Baca juga : Buka FGD Program Agroforestri Fape-PS, Bupati Sumbawa Tekankan Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
Berdasarkan data dari BGN sebanyak 22 SPPG sudah beroperasi di Kabupaten Sumbawa melayani sebanyak 66.000 penerima manfaat dan tersebar di Kecamatan Sumbawa, Tarano, Empang, Alas, Plampang, Lunyuk, Maronge, Unter Iwes, Labuhan Badas, Labangka dan Kecamatan Alas Barat.
“Kami targetkan seluruh SPPG akan tuntas pada tahun 2027 mendatang sesuai dengan arahan pemerintah pusat dan melayani semua sasaran yang ada di Kabupaten Sumbawa,” jelasnya.
Selain itu, pembangunan SPPG di daerah terpencil juga dilakukan untuk memastikan penerima manfaat MBG seperti para siswa, balita, ibu hamil dan ibu menyusui mendapatkan pelayanan Program MBG.
Baca juga : Hadapi Musim Kemarau, BPBD Sumbawa Pastikan Kesiapan Personil dan Armada
“Dengan target sasaran sekitar 1.000 penerima manfaat untuk masing-masing lokasi daerah terpencil yang kami ajukan,” terangnya.
Budi prasetiyo menekankan sebelum beroperasi semua SPPG harus memenuhi segala prosedur dan standar yang ada.
“sebelum beroperasi selurug SPPG yang ada harus memenuhi standar seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) maupun Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL),” pungkasnya. (SN/01)

