Sunbawa, SelarasNews.id – Bupati Sumbawa yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Jaya Kusuma,S.Sos – membuka secara resmi Training Center (TC) peserta dan pelatih Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi NTB Tahun 2026 Kabupaten Sumbawa, pada kesempatan tersebut turut hadir, Ketua MUI, Kepala Kemenag, para Kabag, Kepala OPD terkait, Para pelatih dan para peserta, acara bertempat di Aula Hotel Suci, pada Senin, (20/04).
Dalam sambutan Bupati Sumbawa yang dibacakan Jaya Kusuma, ditegaskan bahwa TC bukan sekadar agenda rutin menjelang MTQ, melainkan ruang pembentukan kemampuan membaca dan menghafal Al-Quran sekaligus pembentukan mental, ketahanan, dan karakter.
Baca juga : Nilai SKM Capai 86,87, Bupati Sumbawa Dorong Peningkatan Layanan Publik
“Kita ingin melahirkan bukan hanya peserta yang siap tampil, tapi insan yang benar-benar menyatu dengan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Jaya Kusuma membacakan sambutan Bupati.

Bupati Sumbawa menyoroti persaingan MTQ tingkat Provinsi NTB yang semakin ketat. Daerah-daerah lain disebut telah menyiapkan peserta dengan pendekatan serius, terstruktur, bahkan berbasis teknologi.
Asisten 1, mencontohkan Kabupaten Lombok Tengah sebagai tuan rumah yang menunjukkan kesiapan luar biasa, mulai dari pembangunan venue yang mengangkat budaya Sasak hingga inovasi digital melalui aplikasi yang menjadi pusat data dan layanan qari-qariah NTB.
“Ini adalah sinyal yang jelas bahwa MTQ tidak lagi berdiri sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi telah bergerak menuju tata kelola yang lebih modern, transparan, dan kompetitif,” tegasnya.
Oleh karena itu, Bupati Sumbawa meminta TC dimanfaatkan secara maksimal. “Jangan ada waktu yang terbuang. Jangan ada latihan yang sekadar formalitas. Setiap hari di TC ini harus menjadi hari peningkatan, baik dari sisi tajwid, suara, irama, penguasaan materi, maupun teknis dan mental tampil di atas panggung,” ujarnya.

Kepada para pelatih, Bupati menitipkan harapan besar. Peran pelatih bukan hanya mengajar, tetapi juga membaca potensi setiap anak didik.
“Tidak semua peserta berkembang dengan cara yang sama. Ada yang butuh dorongan, ada yang butuh pendekatan personal, bahkan ada yang butuh sekadar didengarkan. Di sinilah kualitas pembinaan kita akan diuji,” katanya.
Baca juga : Pengurus Akuatik Sumbawa Resmi Dikukuhkan, Ketua KONI Tekankan Raih Medali di Porprov NTB
Bupati Sumbawa juga menekankan pentingnya kebersamaan di antara pelatih. “Mohon maaf, kebersamaan harus betul-betul ditunjukkan di depan anak-anaknya. Jangan lagi ada pengalaman pelatih ini begini, pelatih itu begitu. Lihat suara anak-anak itu, jangan dipaksakan kalau tinggi. Kita bisa dia mengendalikan diri dalam proses ketinggian suaranya,” pesannya.
Ia mengapresiasi perkembangan kafilah Sumbawa yang kini tidak lagi mengambil peserta dari luar. “Itu kebanggaan kita. Peserta 5 juz sekarang persaingannya cukup ketat,” ungkapnya.

Mengenang capaian STQ Kabupaten Sumbawa yang berada di urutan keempat, Bupati menargetkan MTQ NTB 2026 ini kafilah Sumbawa paling tidak bisa masuk 5 besar.
Ia meminta seluruh elemen membangun kebersamaan dan disiplin, mulai dari pelatih hingga peserta. “Disiplin dimulai dari kita semua para pelatih. Jangan telat. Kalau sholat, sholat berjamaah. Kita perhatikan betul usaha-usaha batinnya,” imbuhnya.
Baca juga : HKBN 2026: Bersatu Dalam Siaga, Tangguh Hadapi Bencana
Bupati Sumbawa mengingatkan bahwa berlomba di MTQ bukan hanya untuk mentadaburi Al-Qur’an, tetapi bagaimana Al-Qur’an menjiwai setiap gerak langkah dalam kehidupan.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan tilawah Al-Qur’an sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter. Kita ingin nilai-nilai Al-Qur’an tidak berhenti di arena lomba, tapi hidup dalam keluarga, sekolah, birokrasi, dan kehidupan masyarakat sehari-hari,” tutupnya. (SN/01)

